× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Damai dengan Toleransi Antar Sesama

By Redaksi
Dok. SabangMerauke

Jakarta – Majalahcsr. Enam tokoh lintas agama dan ratusan organisasi, komunitas, dan individu peduli toleransi berkumpul dan berbagi pesan damai dalam rangkaian acara Diversity Dinner SabangMerauke: 5 Tahun Merawat Toleransi, pada Jumat 24 November lalu.

Dalam dua sesi diskusi panel yang diselenggarkan, semua berbagi visi dan komitmen untuk menjaga Indonesia yang lebih damai di masa depan. Hadir pula Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban Din Syamsuddin.

Dalam pidato sambutannya, Din Syamsuddin menyampaikan bahwa keragaman Indonesia merupakan kekuatan bangsa. Siapa hidup berdampingan secara damai, mereka adalah pemenang. Bagi bangsa Indonesia, kemajemukan ini adalah kekuatan. “Kita harus siap hidup berdampingan secara damai, dengan inklusif. Orang lain ada, untuk kita. Kita ada bukan untuk diri kita sendiri, tapi juga untuk orang lain,” ujarnya.

Dok. SabangMerauke

Diskusi dengan tema, “Merawat Toleransi, Melintas Sekat Religi” dimoderatori oleh perumus SabangMerauke Ayu Kartika Dewi, mengajak enam tokoh lintas agama untuk berbagi visi dan harapan bagi Indonesia yang lebih toleran di masa depan. Enam tokoh lintas agama yang hadir adalah, I Wayan Kantun Mandara (Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Jakarta Pusat), Pdt. Jose Carol (Penasihat Sinode Jemaat Kristen Indonesia), Maha Pandita Utama Suhadi Sendjaja (Ketua Umum Parisadha Buddha Dharma Niciren Syosyu Indonesia), Muchlis M. Hanafi (Wakil Direktur Pusat Studi alQuran), Peter Lesmana (Sekretaris Umum Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia), dan Romo Antonius Benny Susetyo Pr (Rohaniawan, Penasihat Unit Kerja Presiden untuk Pembinaan Ideologi Pancasila).

Romo Benny Susetyo banyak memberikan masukan tentang dihidupkannya kembali ruang-ruang publik yang memberikan teladan tentang toleransi dan keberagaman, “Munculkanlah ikon-ikon keteladanan, marilah kita bicara tentang kemanusiaan dan keadilan. Sehingga anak-anak bisa menumbuhkan sikap welas asih, saling memberi, dan saling berbagi.” paparnya.

Muchlis Hanafi memberikan pandangan tentang pentingya penghormatan dalam upaya merawat toleransi. Menurutnya toleransi adalah sikap menghargai dan menghormati orang lain, meskipun  tidak setuju. Hal ini dinilai relevan, karena seringkali konflik-konflik yang muncul pada awalnya bukan karena masalah keagamaan, sehingga diperlukan kebesaran hati untuk bertoleransi untuk menghindari perseturuan yang tidak perlu.

Dok. SabangMerauke

Pdt. Jose Carol memberikan pandapat bahwa keindonesiaan ini akan mampu menjadi penguat untuk menjaga perdamaian, “Bagaimana kita mengajarkan atas penerimaan terhadap perbedaan yang ada. Kita gunakanlah keindonesiaan kita untuk mengenal, untuk melunturkan sekat.” tuturnya.

Maha Pandita Utama Suhadi Sendjaja memberikan perspektif dari sudut pandang Buddha, bahwa agama bukanlah tujuan akhir, kesempurnaan menjadi manusia yakni kebahagiaan adalah tujuan, dan kebahagiaan hanya akan tercipta dalam suasana damai. Sejak kecil anak-anak menurutnya harus tahu pemahaman agamanya. Tujuan akhir bukan agama, tapi pencapaian kesempurnaan diri sendiri. Kalau dirinya sempurna, dia bisa menghormati yang lain.

Seperti halnya dari Konghuchu,P eter Lesmana memberikan pendapat bahwa perdamaian bisa dimulai dari dalam diri, jangan melakukan apa yang tidak ingin orang lain lakukan pada kita. Hal itu akan membuat setiap orang untuk sadar tidak melakukan hal-hal yang merugikan orang lain.

Hal senada juga disampaikan oleh I Wayan Kantun Mandara, ia memberi gambaran, bahwa saudara ialah mereka yang saudara, tak hanya manusia, tapi juga semua makhluk. Sehingga perlu untuk selalu berpikir, berkata, dan bertindak baik bagi sesama.

Selain itu, ada juga diskusi panel “Kami Peduli, Kami Merawat Toleransi” yang dimoderatori oleh Penggagas Pesta Pendidikan Najelaa Shihab, mengajak para pendukung utama SabangMerauke untuk berbicara tentang bagaimana peran organisasi/perusahaan dalam bersinergi mewujudkan perdamaian. Mengundang Azis Armand (Indika Foundation), Spencer Paoh (Freeport Indonesia), Ary Mardi Wibowo (Yayasan Wahana Generasi Bintang), dan Bambang Suwarso (Alumni University of Southern California Indonesia).

Najelaa Shihab mengajak pembicara untuk berbagi contoh konkret dan kolaborasi seperti apa yang bisa dilakukan bersama untuk merawat toleransi. Bambang Suwarso dari AUSCI berpendapat bahwa potensi-potensi besar akan muncul dan bisa dikembangkan, untuk menjadikan Indonesia yang lebih baik dengan tidak menjadikan perbedaan sebagai acuan, melainkan kekuatan untuk saling mendukung satu sama lain.

Sementara itu, Ary Mardi Wibowo dari YWGB menyampaikan bahwa ia dan teman-teman dari YWGB sedang mengembangkan satu sistem penilaian profil dan kinerja sesorang berdasar indikator dari nilai-nilai Pancasila, hal ini nantinya dapat menjadi satu langkah untuk menanamkan karakter Pancasila.

Dok. SabangMerauke

Harapan untuk turut berkontribusi dengan memberikan ruang-ruang untuk berkolaborasi bersama banyak komunitas atau organisasi disampaikan oleh Azis Armand dari Indika Foundation. Hal ini penting dilakukan karena kekuatan berjejaring sangatlah dibutuhkan untuk menjadikan Indonesia yang lebih damai. Hal senada juga disampaikan oleh Spencer Paoh dari Freeport Indonesia, ia berharap ruang kolaborasi perusahaan dan publik tak hanya sebatas materi, tapi juga kerjasama antar manusia dalam membangun visi.

Acara diakhiri dengan penyiraman bibit pohon kopi, sebagai lambang perdamaian, karena kopi seringkali meyatukan banyak orang dalam diskusi dan keterbukaan, hal yang ingin terus SabangMerauke lakukan. Dalam acara juga ada acara lelang kreatif, untuk penggalangan dana. Dalam acara ini, dua lukisan karya Desiree Sitompoel dan Erika Hestu Wahyuni disumbangkan untuk SabangMeruake.

Dok. SabangMerauke

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]