× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Mata Pencaharian dari Berkebun dan Ternak Lele dari Acset

By Redaksi
Dok. UNTR

Jakarta – MajalahCSR. Program tanggung jawab sosial dirancang untuk memberikan ruang kepada perusahaan untuk melakukan pengembangan. Tidak hanya berpedoman pada peningkatan aspek ekonomi, namun perkembangan dan pertumbuhan perusahaan.

Perkembangan dan pertumbuhan perusahaan sebaiknya beriringan dengan pengembangan pada aspek sosial dan kemasyarakatan di sekitar wilayah operasional perseroan sebagai indikator keberhasilan dalam melakukan pembangunan yang berkelanjutan.

Direktur PT Acset Indonusa Tbk Herjadi Budiman menceritakan dua program yaitu growth dan pendidikan dari empat program yang dijalankan oleh perseroan yaitu pendidikan, lingkungan sosial, pemberdayaan masyarakat serta kesehatan.

”Spesifiknya supaya orang yang ada di lingkungan operasi proyek kita merasakan ada perubahan,” ujarnya usai RUPS perseroan senin (10/4).

Untuk program growth, masyarakat diajak untuk berkebun holtikultura dan budidaya ikan lele. Kegiatan ini dilakukan di Jonggol, dimana perseroan mempunyai plan workshop dan engineering centre. Hasil dari berkebun dan ternak ikan tersebut kemudian ditampung oleh katering perseroan.

Ia menjelaskan bahwa perseroan tidak melakukan filantropi atau charity, namun melakukan kegiatan secara bersama-sama agar lebih berkelanjutan kedepannya.

Kemudian dalam bidang pendidikan, perseroan memberikan beasiswa kepada sekolah binaan PT United Tractors (UNTR). Sebagai salah satu pemegang saham, UNTR yang telah mempunyai Sekolah Binaan United Tractors (SOBAT) menggandeng lebih dari 600 sekolah binaan di tingkat Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Umum dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Acset berkosentrasi pada SMK untuk mengembangkan jurusan konstruksi atau pemetaan. Selain itu kerjasamanya nanti berupa membuat materi pelajaran dan lulusannya berkesempatan untuk bekerja di perseroan.

“Apalagi di daerah lain yg ada jurusan alat berat kita petakan. Lalu kita pilih mana yang akan diajak kerjasama,” papar Herjadi.

Pada RUPS pada saat itu telah disetujui alokasi penggunaan laba bersih Perusahaan, perubahan dalam susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi, serta penambahan kepemilikan saham pada entitas anak Perusahaan, yakni PT Bintai Kindenko Engineering Indonesia (BINKEI) yang bergerak di bidang Mekanikal, Elektrikal dan Plumbing (MEP).

Laba bersih ACSET sebesar Rp68,3 miliar—meningkat sebesar 63% dibandingkan pada periode yang sama tahun 2015—disetujui untuk dibagikan sebagai dividen sebesar Rp39,- per setiap saham, setara dengan Rp27,3 miliar atau 40% dari total laba bersih. Pemegang saham juga menyetujui penggunaan laba bersih untuk menambahkan dana cadangan ACSET sebesar Rp4 miliar, setara dengan 20% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Sementara itu, sisa laba bersih sebesar Rp37 miliar diputuskan untuk dicatat sebagai laba ditahan Perusahaan.

 

Perubahan komposisi susunan Dewan Komisaris dan Direksi ACSET untuk periode tahun 2017-2019 adalah sebagai berikut:

 

Presiden Komisaris Gidion Hasan
Komisaris : David Iman Santosa
Komisaris Independen : Tjandrawati Waas
Presiden Direktur : Jeffrey Gunadi Chandrawijaya
Wakil Presiden Direktur : Tan Tiam Seng Ronnie
Direktur : Hilarius Arwandhi
Direktur : Yohanes Eka Prayuda
Direktur : Ellyjawati
Direktur Independen : Herjadi Budiman
 

Untuk BINKEI telah disetujui untuk meningkatkan saham sebesar Rp28,7 miliar dengan cara mengambil saham baru. BINKEI merupakan anak perusahaan ACSET yang bergerak di bidang Mekanikal, Elektrikal, dan Plumbing (MEP). Kini, BINKEI tengah terlibat dalam pengerjaan beberapa proyek prestius, yakni dalam proyek MEP untuk Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta dan Gedung Indonesia 1. Dengan adanya peningkatan kepemilikan saham ini akan meningkatkan kemampuan finansial BINKEI yang dapat menunjang kegiatan bisnis dan usaha Perusahaan dalam jangka panjang.

Keywords: , ,

“Beberapa pihak menganggap (perubahan iklim) sepele. Aku tidak.” Kalimat tegas itu keluar dari mulut gadis remaja 16 tahun asal Swedia bernama Greta Thunberg. Greta adalah representasi dari sedikit remaja yang sangat peduli dengan lingkungan, terutama perubahan iklim. Suatu hari di musim panas lalu, Greta membolos dari sekolah. Greta tak sembarang membolos. Ia duduk manis di […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]