× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

COVID-19 Paksa Penundaan Larangan Kantong Plastik Sekali Pakai

By Redaksi
Ilustrasi Bungkus Plastik. Foto : Istimewa

Tak hanya mengancam manusia, keberadaan virus corona juga ancaman bagi lingkungan. Akibat  penyebaran virus yang demikian cepat, warga menghindari kontak langsung berkali-kali dengan orang atau benda. Hal ini mendorong warga di Amerika (kemungkinan besarnya di seluruh belahan dunia termasuk Indonesia) punya kebiasaan yang sebenarnya tak layak bagi lingkungan.

Konsumen yang berbelanja di supermarket jadi lebih suka memakai kantong plastik sekali pakai. Mereka ketakutan memakai benda (kantong plastik) yang berkali-kali dipakai dan lebih besar terpapar kuman (virus korona). Hal yang sama juga terjadi saat berbelanja di restoran dengan cara take away. Situasi ini tentu menjadi masalah besar bagi keselmatan lingkungan.  

Gubernur negara bagian Maine, Janet Mills bahkan sudah mengumumkan penundaan pelarangan plastik sekali pakai pada 17 Maret lalu. Padahal, pelarangan ini rencananya diberlakukan resmi mulai 22 April nanti. “Tindakan darurat ini terpaksa diambil utuk mencegah penyebaran virus dan bagian dari penanganan mitigasi di Maine,” jelas Janet kepada Plastic News. Brookline, Massachusetts, juga sudah mulai menunda pelarangan ini.

“Penggunaan tas ‘reuseable’ seperti tote bag, membuat COVID-19 bertahan hidup, lalu menyebar ke seantero toko atau restoran,” dalih walikota Waterville, Maine, Nick Isgro. Jadi pihaknya terpaksa mengambil kebijakan temporer untuk memakai plastik sekali pakai.   

Sementara pegiat lingkungan menyerukan agar kantong daur ulang selalu dicuci dengan baik, ilmuwan kesehatan juga menyerukan konsumen mengikuti protokol kesehatan. Masalahnya dari hasil studi pada 2011 yang dilakukan salah satunya oleh Universitas Arizona, kantong belanja warga ternyata sangat jarang dicuci. Bahkan 12% dari seluruh sample tas mengandung bakteri e. coli. Bagaimanapun mencuci tas pakai tagan atau mesin, bisa mengurangi 99,9 % bakteri.

Sejak 2014, delapan negara bagian di Amerika, California, Connecticut, Deaware, Hawaii, Maine, New York, Oregon, dan Vermont diberlakukan larangan parsial kantong plastik sekali pakai. Polistirena (kemasan dus putih yang biasa dipakai wadah barang elektronik atau lainnya) rencananya juga dilarang. Namun, begitulah, wabah COVID-19 akhirnya membuyarkan itu semua.

Mudah-mudahan wabah ini bisa segera teratasi, sehingga dampaknya aman bagi manusia dan juga lingkungan termasuk di Indonesia.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]