× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

“Copenhagen Island” Taman Cantik Terapung di atas Laut

By Redaksi
Copenhagen Islands, Taman Terapung di Atas Laut di Denmark. Foto : Marshall Blecher dan Studio Fokstrot

MajalahCSR.id – Taman adalah salah satu tempat melepas penat. Hijaunya pepohonan, semilir angin sejuk, dan ademnya suasana membuat banyak orang merasa betah berada di sana. Selama ini, taman identik dengan kota. Untuk menuju taman terdekat, biasanya masyarakat akan menggunakan kendaraan pribadi atau umum, bahkan berjalan kaki.

Lain halnya dengan taman di jantung ibukota negara Denmark. Terletak di kota Kopanhagen, taman yang dinamai Copenhagen Islands ini benar benar terapung di atas air. Jadi anda tidak mungkin berjalan kaki untuk mencapainya, kecuali naik perahu kecil.

Taman unik ini hasil karya desainer Denmark, Magnus Maarbjerg dari Studio Fokstrot. Maarjberg tidak sendiri, dia dibantu koleganya arsitek asal Australia, Marshall Blecher dalam membangun Copenhagen Islands. Tak seperti taman di darat yang luas, taman tersebut terdiri dari beberapa potongan. Ada yang terpisah ada pula yang menyatu yang membuat ukurannya lebih luas.

Maarbjerg dan Blecher lebih dulu membuat prototipe. Jadilah taman seluas 20 meter persegi sebagai percontohan. Di atasnya ditanami pohon linden atau tilia. Ini merupakan langkah awal bagi keduanya untuk mendesain potongan taman lainnya.

Pada 2018, dalam wawancara dengan majalah desain, Dezeen, Blecher mengatakan, prototipe taman yang lebih mirip pulau mungil itu diperuntukkan bagi penumpang kayak (perahu kecil) dan perenang untuk berjemur, memancing, atau keperluan acara kecil.

“Sebagai contoh, akhir bulan ini, bakal ada sesi kuliah tentang masa depan pelabuhan,” kata Blecher saat itu. Menurutnya, acara seperti itu bisa digelar di atas taman tersebut.

Maarbjerg dan Blecher mulai membangun potongan taman lain agar warga tertarik berkunjung. Taman pulau itu didesain dari beberapa kepingan taman kecil, sementara lainnya cukup satu keping taman mungil terapung.

“Taman berukuran terbesar adalah gabungan dari 9 keping taman kecil dengan tambahan taman-taman kecil terapung di sekelilingnya. Kami punya rencana menambahkan taman terpisah lain saat pengembangan proyek,“ kata Blecher pada Dezeen di tahun ini. Proyeknya disebut sangat fleksibel dan sistemnya organik.

Baik Maarbjerg dan Blecher keduanya berambisi untuk membuat klaster yang membentuk deretan kepulauan taman di pelabuhan. Sementara studio Fokstrot mengungkap, tujuan pembangunan taman untuk memperkuat tradisi kehidupan pelabuhan warga Denmark dengan pola hubungan sosial serta kepedulian pada kehidupan laut di dan sekitar pelabuhan.

Setiap struktur taman dibuat dengan tangan dan dikombinasikan dengan teknik mekanisme perahu tradisional. Struktur terbuat dari bahan perahu daur ulang dan potongan tipis kayu dan besi. Blecher mengakui, masih terdapat fokus perbaikan  pada dukungan lingkungan pelabuhan bagi manusia dan satwa.

Avatar

Redaksi

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]