× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Community Development Sampoerna

By Redaksi

Jakarta – Majalahcsr. Kontribusi sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) terhadap Produk Domestic Bruto (PDB) meningkat dari 57,84% menjadi 60,34%. Penyerapan tenaga kerjanya juga naik dari 96,99% menjadi 97,22% (data Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN). Hal ini membuktikan peran UKM yang semakin strategis bagi perekonomian Indonesia.

Peran strategis untuk kemandirian perekonomian yang di usung oleh Pemerintah di jawab oleh PT HM Sampoerna Tbk untuk indonesia. Perusahaan yang memproduksi rokok ini mempunyai 2 program pendampingan.

Pertama adalah Sampoerna Retail Commumity (SRC) yang saat ini diklaim mencapai 60 ribu mitra retail nasional. Satu lagi adalah Pusat Kewirausahaan Sampoerna (PPK) Sampoerna) di Pandaan yang diklaim menjangkau 40 ribu wirausaha tepat bisnis di 34 provinsi.

“Sinergi dengan pemerintah ini adalah untuk memberdayakan UKM. Jika mempunyai pendampingan yang tepat, maka akan bisa menambah daya saing dan meningkatkan roda perekonomian,” ujar Direktur Urusan Eksternal dan Fiskal PT HM Sampoerna, Elvira Lianita, Kamis (18/10).

SRC ini membantu UKM menambah nilai saing dengan pendampingan yang 90% berasal dari internal karyawan. Cara pendampingan SRC tersebut dimulai dari hal kecil, misalnya menyapu lantai sehari 2 kali, menambah lampu saat pencahayaan kurang, juga memilih cat yang lebih terang.

Hal ini ternyata bisa menambah minat orang yang bertandang untuk membeli di toko mitra binaan Sampoerna. Dengan banyaknya jumlah pembeli, tenaga kerja yang diperlukan pun meningkat sehingga masyarakat sekitar juga bisa mendapat lapangan pekerjaan yang bisa membuat roda perekonomian berjalan.

Sedangkan untuk PPK adalah menambah capacity building. Mitra yang mempunyai usaha menjual bahan mentah, diajari untuk mengolah bahan tersebut untuk memberi nilai tambah.

“Misalnya bekatul yang tadinya makanan bebek menjadi oatmeal,” ujar Head of Commercial Business Development Sampoerna, Henny Susanto.

Untuk SRC ini memang tidak ada syarat khusus, hanya saja seseorang itu harus mempunyai keinginan untuk maju dan sudah punya toko. Misalnya dari toko tersebut hanya cukup untuk makan, dan orang tersebut ingin untuk mengembangkan usahanya untuk bisa cukup menyekolahkan anak dan memberikan dampak ke lingkungannya.

“Beberapa pihak menganggap (perubahan iklim) sepele. Aku tidak.” Kalimat tegas itu keluar dari mulut gadis remaja 16 tahun asal Swedia bernama Greta Thunberg. Greta adalah representasi dari sedikit remaja yang sangat peduli dengan lingkungan, terutama perubahan iklim. Suatu hari di musim panas lalu, Greta membolos dari sekolah. Greta tak sembarang membolos. Ia duduk manis di […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]