banner
Kampanye daur ulang limbah botol plastik pada kemasan minuman Coca Cola. Foto : Istimewa
Ragam

Coca-Cola Indonesia Dorong Perilaku Daur Ulang Lewat Pesan ‘Recycle Me’ pada Kemasan

898 views

MajalahCSR.id – Coca-Cola Indonesia, pada Kamis (28/10/2021), mengumumkan peluncuran pesan ‘Recycle Me’ di setiap label kemasan dari semua brand dan produknya. Pesan ini bertujuan untuk menghimbau konsumen agar mendaur ulang botol plastik PET dan kaleng bekas pakai mereka setelah selesai dikonsumsi.

Triyono Prijosoesilo, Director of Public Affairs, Communications and Sustainability PT Coca-Cola Indonesia, mengatakan, “Kami ingin mencegah kemasan minuman menjadi sampah. Jenis kemasan plastik PET memiliki nilai tinggi serta dapat didaur ulang menjadi kemasan baru atau barang berharga lainnya. Upaya ini merupakan sebuah prioritas dan kami berkomitmen untuk menjadi bagian dari solusi bersama dengan para mitra kami.”

Melibatkan konsumen dan menyadarkan mereka pada pentingnya proses pengumpulan dan daur ulang kemasan bekas pakai adalah visi Coca-Cola dalam menciptakan “World Without Waste”.  Visi ini juga adalah bagian dari target zero waste di 2030.

Pada  2018 lalu, Coca-Cola menetapkan tujuan utama dari inisiatif “World Without Waste”, yaitu membantu mengumpulkan dan mendaur ulang setiap botol atau kaleng yang dijual secara global pada 2030. Program juga memastikan 100% kemasannya dapat didaur ulang terhitung mulai 2025 dan menggunakan setidaknya 50% bahan daur ulang dalam kemasannya pada 2030 mendatang.

Inisiatif ‘Recycle Me’ adalah langkah terbaru dan juga bagian dari pendekatan holistik Coca-Cola untuk mengatasi isu limbah kemasan di kawasan Asia Tenggara.

“Semua kemasan botol dan kaleng kami dirancang agar dapat didaur ulang. Selain untuk meningkatkan infrastruktur pengumpulan dan daur ulang, kami ingin menggunakan kekuatan brand kami untuk mendorong lebih banyak orang untuk mendaur ulang dan membantu memberikan kehidupan kedua bagi kemasan bekas pakai. Setelah menikmati produk minuman kami, Anda dapat membantu mengumpulkan dan mendaur ulang botolnya,” tambah Triyono.

Triyono melanjutkan, selain meningkatkan dukungan dalam proses pengumpulan kemasan bekas pakai, membangun infrastruktur daur ulang dan kemitraan guna memerangi sampah laut, Coca-Cola juga melihat salah satu cara paling efektif adalah menampilkan pesan ‘Recycle Me’ pada setiap label kemasan produknya.

Pesan ‘Recycle Me’ kini dapat ditemukan di semua brand serta kemasan produk Coca-Cola di Indonesia dan juga di seluruh negara ASEAN. Proses transisi menuju label kemasan baru ini diharapkan akan rampung hampir sepenuhnya pada akhir tahun.

Untuk menginspirasi dan mendorong peningkatan pengumpulan dan pendaurulangan sampah plastik, Coca-Cola Indonesia berkolaborasi dengan Waste4Change melalui program ‘Recycle Me’ ini. Konsumen diajak untuk mengumpulkan, memilah dan mengirimkan botol plastik PET atau kaleng bekas pakai ke bank sampah terdekat yang bermitra dengan Waste4Change. Kemasan yang terkumpul akan didaur ulang dan diubah menjadi barang bermanfaat lainnya.

Menurut Mohamad Bijaksana Junerosano, Managing Director Waste4Change, perusahaan seperti Coca-Cola dapat memainkan peranan penting melalui kekuatan dan jangkauan yang dimilikinya untuk mendorong kesadaran konsumen akan pentingnya daur ulang, serta membantu menginspirasi perubahan perilaku.

Program ‘Recycle Me’ adalah aksi inisiatif yang berlangsung selama tiga bulan, mulai dari 28 Oktober hingga 31 Desember 2021. Melalui program ini, konsumen diajak untuk mengirimkan enam botol plastik PET atau enam kaleng bekas pakai dari berbagai produk Coca-Cola ke 16 bank sampah yang tersedia di wilayah DKI Jakarta.

Seribu konsumen pertama yang berpartisipasi akan mendapatkan subsidi ongkos kirim hingga maksimal Rp 25.000. Selain itu, konsumen berkesempatan meraih poin reward yang dapat ditukarkan dengan pulsa telepon, token listrik dan e-wallet senilai maksimal Rp 25.000 di beragam merchant yang tersedia. Informasi lebih lanjut mengenai program ‘Recycle Me’ dapat dilihat di https://recycleme.coca-cola.co.id/.

Coca-Cola Indonesia baru-baru ini telah mengganti kemasan hijau ikonik SPRITE menjadi botol PET plastik bening di negara-negara ASEAN seperti Indonesia, Singapura, Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Filipina, agar lebih mudah didaur ulang.

Melalui organisasi Packaging and Recycling Alliance for Indonesia Sustainable Environment (PRAISE), Coca-Cola Indonesia juga menjalin kemitraan dengan sejumlah perusahaan terkemuka lainnya dan meluncurkan Indonesia Packaging Recovery Organization (IPRO) yang bertujuan untuk mengakselerasi pengumpulan dan pendaurulangan  kemasan bekas pakai secara berkelanjutan.

Sementara untuk mitra pembotolan Coca-Cola Europacific Partners, The Coca-Cola System di Indonesia bersama Dynapack Asia juga tengah bersiap untuk meluncurkan sebuah fasilitas daur ulang plastik PET terbaru. Fasilitas tersebut akan menjadi pabrik daur ulang botol ke botol (rPET) terbesar di Indonesia dan diharapkan akan beroperasi penuh pada tahun 2022 dengan kapasitas 15.000 ton.

banner