× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Coca Cola Amatil Indonesia Insisiasi Gerakan Toko Bersama untuk UMKM

By Redaksi

MajalahCSR.id – Akibat corona, perekonomian Indonesia kini menghadapi ujian amat berat. Menurut perkiraan, pertumbuhan ekonomi RI mengalami kemerosotan hingga angka minus. Hal ini juga sudah diinformasikan pemerintah. Diperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional di triwulan kedua dalam kondisi minus. Kementerian Keuangan memperkirakan berada di -3,8%, Biro Pusat Statistik memastikan di -4,6%, sementara prediksi Bappenas/PPN ada di angka -5%.

Situasi ini diperkirakan menghantam semua pihak, termasuk sektor ekonomi mikro, kecil, dan menengah. Salah satu korbannya adalah menurunnya omset pemilik warung atau toko kelontong kecil. Kebijakan pemerintah terkait pembatasan sosial berskala besar juga turut memberi pukulan bagi penurunan omset tersebut.   

Pemerintah telah mengumumkan lima skema untuk melindungi dan memulihkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada era pandemi COVID-19. Kelima skema mencangkup pemberian bantuan sosial (bansos) untuk UMKM kategori miskin dan rentan terdampak COVID-19, insentif pajak, restrukturisasi dan relaksasi kredit, perluasan modal kerja baru, sampai  dengan pemerintah melalui kementerian/lembaga, BUMN, dan pemerintah daerah bertindak sebagai penyangga dalam Ekosistem UMKM.

Konferensi Pers Peluncuran Gerakan Toko Bersama Diinisiasi Coca Cola Amatil Indonesia, di Gedung SME Tower, Jakarta, Senin (29/6/2020). Foto : Istimewa/CCAI

Selain lima skema tadi, dalam rangka percepatan pemulihan usaha UMKM khususnya sektor ritel tradisional, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop dan UKM) RI berkolaborasi dengan UKM Center Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UKM Center FEB-UI), Coca-Cola (PT Coca-Cola Indonesia dan Coca-Cola Amatil Indonesia), dan QASA, Senin (29/6/2020) mengumumkan dimulainya inisiatif “Gerakan Toko BERSAMA (BERsih, SehAt, MAju)”.

“Gerakan Toko BERSAMA (BERsih, SehAt, MAju)” merupakan upaya membantu toko dan warung tradisional agar dapat bertahan di saat krisis pandemi sekaligus berkembang setelahnya. Gerakan Toko BERSAMA akan menjadi konsorsium sosial dari perusahaan-perusahaan swasta yang dikelola secara independen yang saat ini sedang diupayakan/ dibentuk bersama QASA sebagai bentuk partisipasi dan kolaborasi stakeholders dalam percepatan perlindungan dan pemulihan usaha UMKM terdampak COVID–19.

Berdasarkan data yang dikumpulkan dari Call Center Kemenkop UKM terdapat 236.980 UMKM terdampak. Persoalan yang dihadapi mulai penjualan/permintaan menurun, permodalan dan distribusi terhambat, dan sulitnya bahan baku, di mana pedagang eceran merupakan sektor terdampak terbesar kedua sebesar 25,33%.

 Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, mengapresiasi Coca-Cola, UKM Center FEB UI, dan QASA atas inisiasi tersebut. “Gerakan Toko BERSAMA (BERsih, SehAt, MAju) sebagai salah satu solusi untuk selain bertahan di saat krisis, juga meningkatkan penghasilan dan kapasitas usaha dari pemilik toko/warung tradisional untuk bersiap memasuki kenormalan baru (new normal) diawali dengan menerapkan SOP yang bersih, sehat dan aman,” jelasnya.

Kolaborasi dan sinergitas dengan berbagai pihak, tegas Teten, harus terus dioptimalkan untuk mempersiapkan toko tradisional segera bangkit.

‘Gerakan Toko BERSAMA’ diharapkan dapat membangkitkan semangat serta mengembalikan kekuatan pelaku usaha Toko atau Warung di tanah air sebagai tulang punggung perekonomian rakyat,” jelas Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki.

Pihak Coca Cola sebagai penginisiasi gerakan ini berharap dampaknya bisa membantu pelaku UMKM, dalam hal ini pemilik toko kelontong, untuk kembali bangkit. Hal ini disampaikan Triyono Prijosoesilo, Director of Public Affair, Communication and Sustainability PT Coca Cola Indonesia.

“Di masa krisis pandemi yang penuh tantangan ini, Coca-Cola sebagai bagian dari masyarakat ingin turut peduli melalui Gerakan Toko BERSAMA. Hal ini sejalan dengan kepedulian kami terhadap dampak buruk pandemi terhadap usaha ritel tradisional, sehingga mereka dapat membangun kembali usahanya,” harapnya.

Pada langkah awal, “Gerakan Toko BERSAMA” akan mengedukasi pemilik toko soal standar operasional toko yang bersih, sehat dan aman dalam rangka persiapan kehidupan normal baru (new normal). Edukasi itu diberikan melalui distribusi e-book, video yang bisa disebarkan secara gratis dan diakses di laman www.gerakantokobersama.com. Tujuan tahap awal ini adalah untuk memberikan rasa aman serta nyaman bagi masyarakat untuk berbelanja di toko dan warung kelontong sekaligus membantu upaya pemerintah dalam pencegahan penyebaran COVID-19.

Tahap berikutnya, ‘Gerakan Toko BERSAMA’ dilanjutkan dengan implementasi dan aktivasi standar operasional di toko tradisional dan kolaboratif program lain untuk mempercepat reaktivasi dan pemulihan UMKM.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]