× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Citi Indonesia dan UNESCO Gelar Boot Camp Wirausaha Muda 2019 di Kawasan Danau Toba

By Redaksi

UNESCO Office Jakarta bersama dengan Citi Indonesia (Citibank) memberikan pendampingan kepada wirausaha muda melalui program Creative Youth at Indonesian Heritage Sites. Program yang didanai Citi Foundation ini mendukung 400 wirausaha muda untuk mendapatkan manfaat dari situs-situs warisan budaya dan destinasi wisata di Indonesia, terutama kawasan Danau Toba, Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Kotatua Jakarta. Diharapkan program ini juga dapat berkontribusi pada upaya pelestarian dan pengenalan nilai-nilai situs tersebut.

Pada kesempatan ini, 117 wirausaha muda dari lima kabupaten di sekitar kawasan Danau Toba, yaitu Toba Samosir, Humbang Hasundutan, Simalungun, Samosir, dan Tapanuli Utara, diundang untuk mengikuti boot camp. Kawasan ini dipilih karena merupakan salah satu dari 10 destinasi prioritas pariwisata yang sedang dikembangkan oleh Pemerintah Indonesia. Oleh karena itu, program ini juga bertujuan untuk memajukan usaha industri kreatif para wirausaha muda yang tinggal di sekitar kawasan tersebut.

Elvera N. Makki, Director and Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia mengatakan, “Melalui program ini, kami bertujuan untuk meningkatkan pendapatan para anak muda yang tinggal di situs-situs warisan budaya dan destinasi wisata prioritas di Indonesia, sehingga mereka pun dapat berkontribusi pada kondisi ekonomi setempat. Melalui rangkaian pelatihan kewirausahaan, para peserta akan mendapatkan pendampingan keterampilan yang memiliki daya saing, akses finansial, serta sumber daya lain yang dapat membantu mengarahkan mereka menuju sukses.”

Dua sektor utama yang merupakan tradisi budaya khas Sumatra Utara, yaitu tenun ulos dan pahat gorga, bersama dengan sektor-sektor industri kreatif lainnya, seperti fotografi, tata busana, tata boga, seni pentas, dan kerajinan tangan, menjadi bagian dari penerima manfaat program ini. Boot Camp Wirausaha Muda sebagai bagian pertama dari rangkaian kegiatan dalam program ini, dilaksanakan di Samosir pada 19-20 Februari 2019. Kurikulum yang ditawarkan termasuk pelatihan di bidang pengembangan usaha dan metodologi pengelolaan finansial, serta promosi melalui sosial media dan metode pengambilan gambar berkualitas menggunakan ponsel pintar. Tidak hanya itu, pelatihan spesifik mengenai pengembangan tradisi tenun ulos menjadi produk artisanal serta kiat-kiat inovasi dalam seni pahat kayu gorga juga akan disajikan oleh para pakar dan praktisi yang berpengalaman di bidangnya.

Setelah mengikuti program boot camp, para para penerima manfaat akan mendapatkan online-mentoring pengembangan rencana strategi usaha selama tiga bulan ke depan. Proses mentoring dan pendampingan teknis akan disesuaikan dengan kebutuhan dari masing-masing sektor yang mengikuti program ini. Informasi terkini mengenai program dapat disaksikan dari akun sosial media @kitamudakreatif yang berfungsi juga menjadi sarana promosi untuk produk dan jasa dari para anak muda penerima manfaat.

“Para anak muda yang tinggal di sekitar Danau Toba yang merupakan situs Geopark nasional memiliki kesempatan besar untuk memajukan tradisi budaya mereka menjadi suatu kesempatan dalam industri kreatif dan pariwisata berkelanjutan yang sedang berkembang pesat. Kami melihat adanya potensi dari anak-anak muda kreatif dan kami percaya bahwa program ini akan dapat mendukung mereka untuk mengembangkan kemampuan dan bisnis mereka, serta berkontribusi dalm usaha perlindungan dan konservasi dari situs,” ucap Prof. Dr Shahbaz Khan, Director and Representative of UNESCO Office, Jakarta.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan boot camp yang diadakan oleh UNESCO & Citi Indonesia, anak-anak muda di kawasan Danau Toba ini sungguh mempunyai potensi yang sangat luar biasa dan mereka perlu mendapatkan bimbingan untuk memajukan usaha mereka sekaligus melestarikan budaya yang ada. Kami berharap kegiatan ini bisa memperluas jejaring usaha mereka sekaligus memberikan kesempatan untuk bertemu dengan para praktisi dan ahli dalam bidang masing-masing,” demikian menurut Bupati Samosir, Drs. Rapidin Simbolon, MM

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]