× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

China Mulai Pembangunan Peradaban Ekologis

By Redaksi
Presiden Xi - Foto: VOA Indonesia

“Masyarakat China menginginkan langit lebih biru, gunung yang menghijau, dan air lebih jernih.” Demikian Presiden Xi Jinping menyampaikan pidatonya pada akhir bulan lalu (4/28), saat upacara pembukaan Expo Hortikultura Internasional Beijing 2019. Presiden Xi mengatakan negaranya telah memulai pembangunan ‘peradaban ekologis.’

China menghasilkan lebih banyak emisi karbon dibandingkan negara-negara lain di dunia. Hal ini sebagai dampak penggunaan batubara sebagai energi. Tingkat polusi yang kian menjadi ancaman utama bagi kesehatan tersebut, membuat pemerintah China mengambil beberapa langkah perbaikan lingkungan. Presiden Xi mempromosikan gagasan untuk menjadikan kesadaran lingkungan sebagai arus utama budaya masyarakat China. Ia juga menyebutkan, masyarakat dan ekonomi dapat memperoleh manfaat dari pengembangan ekologi.

Sekretaris Jenderal Bureau International des Expositions yang berbasis di Paris, Vicente Loscertales memuji upaya nyata pemerintah China termasuk reboisasi dan pengurangan konsumsi batubara. “Saya telah melakukan pekerjaan terkait China selama 30 tahun. Saya menyaksikan keberhasilan yang dicapai dalam tahun-tahun itu dan penyelenggaraan pameran ini baik bagi kota dan juga juga pola pikir masyarakat,” kata Vicente Loscertales seperti dikutip VOA Indonesia.

Salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah China adalah menggelar pameran Hortikultura Internasional 2019. Pameran dilangsungkan di lokasi seluas 500 hektar di kaki Tembok Besar Distrik Yanqing, Beijing dan berlangsung hingga 7 Oktober 2019. Lebih dari 16 juta pengunjung diharapkan menghadiri 2.500 kegiatan dan pameran oleh 80 lebih negara dan 24 organisasi internasional. Aneka pertunjukan juga disiapkan untuk mewarnai pameran. 

“Kami mengambil beberapa suara asli dari alam seperti burung, serangga, air, dan sebagainya untuk karya musik kami yang bertemakan hortikultura. Kami menggabungkan beberapa karya klasik dari dalam dan luar negeri dengan musik kami sendiri sehingga orang-orang dapat merasakan keindahan dan kepedulian terhadap hortikultura,” ungkap Wu Jun, perancang efek suara asal China. Wu Jun melakukan pertunjukan pembuka dengan menyoroti keindahan alam dari seluruh dunia.

Keywords: ,

“Beberapa pihak menganggap (perubahan iklim) sepele. Aku tidak.” Kalimat tegas itu keluar dari mulut gadis remaja 16 tahun asal Swedia bernama Greta Thunberg. Greta adalah representasi dari sedikit remaja yang sangat peduli dengan lingkungan, terutama perubahan iklim. Suatu hari di musim panas lalu, Greta membolos dari sekolah. Greta tak sembarang membolos. Ia duduk manis di […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]