× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

CECT Sustainability Awards 2019 Kembali Dihelat

By Redaksi
Konferensi Pers CECT Sustainability Award 2019

Banyak perusahaan mulai menyadari arti pentingnya melakukan kegiatan corporate social (CS). Kegiatan CS apabila dilakukan lewat cara, strategi, dan manajemen yang tepat (sesuai visi dan misi perusahaan/organisasi/lembaga), niscaya berdampak sosial bahkan ekonomi bagi yang bersangkutan. Meskipun demikian, kegiatan CS ini perlu didorong oleh berbagai pihak, karena belum banyak lembaga yang benar-benar paham dalam melaksanakannya.

Menyikapi hal ini, CECT (Center for Entrepreneurship, Change and Third Sector) Universitas Trisakti kembali menyelenggarakan CECT Sustainability Awards 2019. Kegiatan ini sebagai bentuk apresiasi kepada perusahaan-perusahaan (Award for Companies) dan kewirausahaan sosial  (Social Enterprises) yang mempunyai kinerja Sustainability dan CSR holistic.

Penilaian CECT Sustainability Awards berdasarkan SDGs (Sustainable Development Goals) dan ISO 26000, yakni standar panduan pengelolaan CSR (Corporate Social Responsibility) dan Sustainability. Bertempat di Ayana Midplaza Ballroom, Jakarta, Kamis 7 November 2019, CECT Sustainability Awards 2019 memasuki tahun kelima pelaksanaannya (sejak 2015).   

Dalam konferesni pers yang digelar di Ayana Mid Plaza, Kamis siang (7/11/2019), Ketua Juri CECT Sustainability Awards, Maria R. Nindita Radyati menjelaskan, CECT Sustainability Awards 2019 diharapkan mampu memberikan dampak yang lebih luas yakni terhadap kesejahteraan masyarakat. “Dengan demikian, pemberian penghargaan yang dilakukan setiap tahun ini dapat memotivasi dan memberikan panduan para perusahaan atau organisasi untuk menjalankan bisnis secara berkelanjutan sekaligus berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan” ujar Maria. 

Maria dalam acara temu wartawan tersebut mengungkapkan, demi terlaksananya pemahaman soal CSR (corporate social responsibility), pihaknya sudah bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti KADIN dan juga Bursa Efek Jakarta.  Tidak sedikit, menurut Maria, perusahaan yang mengeluh karena sudah mengeluarkan banyak budget untuk CSR mereka, namun tak terasa ada dampak. Karena itulah perlu adanya pemahaman secara holistic soal CSR ini. Termasuk strategi dan cara manajemennya di perusahaan atau lembaga lain.

Perlu ada pemahaman yang perlu ditekankan, “CSR bukanlah cara membagi profit, tapi cara mendapatkan profit dengan cara yang bertanggung jawab dan sustainable,” tutur Maria.  Maria menambahkan, CSR punya 4 teori, yaitu sebagai instrumen branding, politis (mendapatkan ijin dari pemerintah dam masyarakat), dan integrative (memenuhi tuntutan-tuntutan), dan terakhir harus mengikuti teori etika. “Tujuan akhirnya harus SDG’s dan shared value,”pungkas Maria.

CECT Sustainability Awards 2019 diikuti oleh total 57 peserta, yang terdiri dari 47 Companies dan 10 Social Enterprises. Dari 57 peserta, telah terpilih sejumlah 32 pemenang untuk kategori Companies dan 7 pemenang untuk kategori Social Enterprises yang akan diumumkan pada Awarding Night, Kamis (7/11/2019).

Pada kesempatan yang sama, CECT juga menyelenggarakan Seminar Nasional bertema “Sustainability and The Digitized Economy – Dealing With Uncertainty”. Dalam sesi panel, seminar ini menghadirkan Prof. Dr. Benny Tjahyono, pakar di bidang “Circular Economy” dari Coventry University, UK serta Dr. Suyoto dari Yayasan Upaya Indonesia Damai (UID). Kedua pembicara tersebut membahas mengenai kepemimpinan yang mampu beradaptasi dan bagaimana menghadapi ketidakpastian serta pentingnya pemanfaatan teknologi digital untuk pengambilan keputusan yang lebih baik.

“Beberapa pihak menganggap (perubahan iklim) sepele. Aku tidak.” Kalimat tegas itu keluar dari mulut gadis remaja 16 tahun asal Swedia bernama Greta Thunberg. Greta adalah representasi dari sedikit remaja yang sangat peduli dengan lingkungan, terutama perubahan iklim. Suatu hari di musim panas lalu, Greta membolos dari sekolah. Greta tak sembarang membolos. Ia duduk manis di […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]