banner
Bayu Aji (kanan bawah), Senior Manager of Communication PT Vale Indonesia, menyampaikan materi tentang Advantage of Sustainability Report Assurance di hari keempat Sustainability Festival 2021, Kamis (16/6/2021). Foto : Istimewa
SR Asia

Cara agar Sustainability Report itu Baik dan Benar Sesuai Standard

2462 views

MajalahCSR.id – Bisnis bekelanjutan mulai marak diterapkan di sejumlah perusahaan tanah air. Hal ini terlihat dari mulai banyaknya perusahaan yang menyusun laporan keberlanjutan. Namun tak semua laporan keberlanjutan atau sustainability report sesuai dengan standard. Tidak setiap laporan keberlanjutan juga berisikan laporan yang sesuai dengan dampak perusahaan yang berkelanjutan. Lantas bagaimana sebuah laporan keberlanjutan bisa disebut mumpuni dan menarik investor? PT Vale Indonesia adalah salah satu contoh baiknya.

Mengintegrasikan praktik keberlanjutan ke dalam operasional perusahaan juga dilakukan oleh PT Vale Indonesia. Hal ini ditegaskan oleh Bayu Aji, Senior Manager Communications PT Vale Indonesia. Menurutnya, Vale yang bergerak dalam sektor tambang ini memproduksi energi hijau yang berbasis nikel. Seperti diketahui, nikel adalah salah satu bahan dasar pembuatan batere. Dengan kata lain, nikel, jelas Bayu, memainkan peran penting dalam transisi menuju fase low carbon economy.

“PLTA perusahaan memberi 94% energi untuk kebutuhan pabrik. Jika dibandingkan dengan energi dari batubara (PLTU), maka pembangkit listrik tenaga air perusahaan bisa mengurangi emisi hingga  2.292.375 ton CO2 ekuivalen dalam setahun. (Pengurangan) Ini cukup siginifikan,” kata Bayu.

Pada 2030, PT Vale Indonesia dan (PT Vale) global, lanjut Bayu mengutip roadmap perusahaan, berupaya mencapai pengurangan emisi karbon hingga 33%. “Kita juga ‘declare’ di tahun 2050 akan (mencapai) karbon netral.”

Bayu menjelaskan bahwa semua upaya tersebut akan terdokumentasikan dalam laporan keberlanjutan perusahaan, yaitu proses jalan panjang perusahaan menuju karbon netral. “Semua kegiatan kita salah satunya dipublikasikan melalui sustainability report.”

Mempersiapkan laporan keberlanjutan

Ada enam langkah untuk menyusun laporan keberlanjutan seperti yang dlakukan PT Vale Indonesia. “Assurance adalah salah satu step yang sangat penting dalam proses membuat sustainability report,” tegas Bayu.  Langkah pertama, tema laporan yang diangkat harus sejalan dengan langkah dan strategi manajemen perusahaan. Setelah itu, yang harus dilakukan adalah materiality assessment with stakeholders. Proses ini adalah membandingkan antara apa yang penting menurut perusahaan dan apa yang penting menurut stakeholders.

Pada langkah ketiga, perusahaan mengumpulkan data dari sejumlah sumber yang dibutuhkan. “Semua data kita kumpulkan untuk dipublikasikan di laporan keberlanjutan. Untuk PT Vale data kita tidak hanya nasional tapi juga global, karena kita kan menjadi bagian dari report Vale global,” jelas Bayu. Hal ini katanya nyambung dengan proses selanjutnya, yaitu assurance. “Data yang terkumpul kembali di-challenge, kita diskusi dengan pihak independent assuror, apakah data yang dikumpulkan sumbernya valid. Apakah angkanya benar dan tepat. Apakah sudah merefleksikan indikator-indikator yang sesuai dengan standard yang ada,” paparnya panjang lebar.

Usai “assurance”, maka langkah kelima melakukan final review dengan key user dan manajemen. “Pada ujungnya nanti, semuanya disiapkan sampai finalisasi, hingga mencapai tahap terakhir yaitu dirilis berbarengan dengan annual report,” sebut Bayu.

Kenapa “independent assurance” dibutuhkan?

Menurut Bayu, ada beberapa keuntungan menggunakan independent assurance, adalah kemampuannya memberikan informasi yang akurat dan komplit. “Stakeholder kita membutuhkan informasi yang akurat dan lengkap dalam setiap laporan. Hal ini bisa didapatkan salah satunya dari assuror process.”

Menggunakan independent assurance bisa meningkatkan kepercayaan diri terhadap stakeholder. “Kualitas laporan yang disusun bisa meyakinkan stakeholder (karena assesornya independent dan punya reputasi), karena selain informasi dari perusahaan ada juga review dari assessor,” ucap Bayu.  Selain itu menggunakan assessor independent juga merupakan tools  untuk mengurangi risiko perusahaan dalam mempublikasi informasi yang keliru, karena prosesnya yang demikian ketat melalui banyak diskusi.

PT Vale dalam hal ini memakai jasa assuror luar yang independent karena pertimbangan keahlian mereka yang lebih mumpuni dan telah lama berkecimpung dalam sunia sustainability report. “Sehingga mereka bisa memberikan ‘advice’ atau ragam masukan yang diperlukan untuk verifikasi  sehingga report kita lebih baik,” cetusnya.

Manfaat lainnya, laporan keberlanjutan yang dimiliki bisa memenuhi banyak standard termasuk standard internasional. Hal ini yang menurutnya didapatkan saat bekerja sama dengan independent assuror.

“Selain membantu menyiapkan laporan keberlanjutan yang baik, karena pengalamannya, independent assurance (assuror) juga bisa memberikan masukan, bagaimana sustainability report kita ke depannya bisa lebih mumpuni,” beber Bayu. Bayu mengakui bahwa lembaga independent tersebut piawai memudahkan proses keberlanjutan perusahaan seperti pada 2020, PT Vale mendapatkan input bagaimana perusahaan bisa menyampaikan informasi ke publik tentang data program sosial, bagaimana pengukuran dan indikatornya. “Sehingga kita bisa menjalankan ‘grievance mechanism’, jadi bila ada keluhan dari masyarakat, proses (solusi) nya bisa seperti apa.” Alhasil, tidak hanya sustainability report yang bagus, namun juga proses yang lainnya bisa didapatkan oleh PT Vale Indonesia.

Melalui bantuan kerja sama itu laporan keberlanjutan bisa dipertajam menjadi sesuatu yang sangat berkualitas. Selain itu, imbuhnya, report yang disampaikan pun datanya aktual, objektif, dan sesuai dengan standard-standard internasional yang ada. Adapun assuror sangat membantu pada prinsip isi dan kualitas pelaporan terutama dalam hal konteks akurasi, kelengkapan, keandalan, kejelasan, serta ketepatan waktu penyerahan laporan.

Bayu Aji menyampaikan materi inspiratif ini pada acara Sustainability Festival 2021 di hari keempat, Kamis (16/9/2021) bertajuk Advantage of Sustainability Report Assurance. Festival yang diselenggarakan oleh Aicon Global Indonesia bekerja sama dengan TSC Trisakti dan SR Asia Indonesia yang berlangsung mulai 13 September hingga 17 September 2021. Sustainability Festival 2021 menghadirkan pakar sustainability dari lima perusahaan terkemuka seperti Multi Bintang Indonesia, PT Bank CIMB Niaga Tbk., PT MRT Jakarta, PT Vale Indonesia Tbk., dan PT Kalbe Farma Tbk., yang sudah menerapkan prinsip bisnis keberlanjutan secara terpuji.

banner