× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Cangkir Kopi dari Kulit Biji Kopi untuk Penikmat Kopi

By Redaksi
Huskeecup Cangkir Kopi yang Terbuat dari Limbah Kulit Biji Kopi yang Ramah Lingkungan. Foto : Huskeecup via Intelligentliving

MajalahCSR.id – Untuk mengusir udara dingin karena musim penghujan, sebagian orang melakukannya dengan menyeduh kopi hangat. Bicara soal aktivitas ngopi, tentu tak bisa lepas dari cangkir sebagai wadah minuman tersebut. Namun, pernahkah anda menikmati kopi dari cangkir kopi yang juga terbuat dari kopi?

Cangkir ini dinamai Huskeecup. Terbuat dari kulit biji kopi yang didaur ulang. Cangkir ini tak berdampak bagi kesehatan (berbeda dengan cangkir dari plastik atau mug kertas yang dilapisi plastik), mudah dicuci, dan berpenampilan minimalis namun kekinian.

Setiap tahun, lebih kurang 600 miliar cangkir kopi sekali pakai diproduksi. Dari jumlah tersebut 99,75% tidak terdaur ulang dan berakhir menjadi limbah di lahan daratan dan bahkan lautan. Huskeecup mencoba mencari jalan keluar dari masalah tersebut dengan memanfaatkan jutaan ton limbah kulit biji kopi yang dihasilkan perkebunan kopi dunia.  

Hasil samping produksi kopi berupa kulit biji dan getah kopi menghasilkan 5 juta ton sampah setiap tahunnya. Kebanyakan dari limbah ini dibuang dekat pabrik kopi sehingga menurunkan kualitas lingkungan dan menghasilkan emisi metana yang juga berbahaya bagi lingkungan.

Lantas, bagaimana mekanisme Huskeecups ini diproduksi? Pertama, tim Huskee mengumpulkan limbah kulit biji kopi dari proses pemanggangan di pabrik-pabrik. Setelah itu limbah tersebut dilumatkan, lalu diikat dengan mekanisme biopolimer. Terakhir, mereka dibentuk sesuai keinginan menjadi cangkir,  penutup cangkir, alas cangkir, dan mug.

Cangkir didesain untuk bisa digunakan kembali dan juga bisa dibeli penikmat kopi untuk di rumah dan kantor ataupun wadah sajian kopi pelanggan di kafe. Cangkir ini tak memiliki “pegangan”, sehingga bisa ditumpuk, dan tak merepotkan untuk dibawa ke dapur cuci saat kedai kopi penuh pelanggan.

Selain ramah lingkungan, bisa digunakan kembali, dan berkelanjutan, Huskeecup berpenampilan elegan dan berkelas. Permukaannya bergerigi sehingga memudahkan saat digenggam. Karena berbahan alami, cangkir ini lebih durabel dibanding cangkir kaca atau keramik, tak beracun dan bebas BPA (bahan plastik berbahaya).

Ukurannya cangkirnya bervariasi, mulai dari 180 ml, 240 ml, hingga 360 ml atau seukuran “travel mug” yang dilengkapi tutup cangkir. Seluruh cangkir dilengkapi alas yang disesuaikan ukuran dan terbuat dari bahan yang sama. Sementara, bila cangkir sudah lama atau rusak, dapat kembali didaur ulang menjadi cangkir baru. Alhasil, penikmat kopi pun tak perlu khawatir soal limbah.

Kopi dan turunannya mulai banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku barang. PriestmanGoode’s membuat nampan makan di pesawat yang berbahan residu bubuk kopi. Selain itu, brand fasyen mewah asal Itali, Bottega Veneta pun membuat koleksi sepatu boot mereka dari kopi dan tebu sehingga bisa terurai saat dibuang.

Avatar

Redaksi

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]