× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Burung Garuda Ditemukan Di Gunung Gede Pangrango

By Redaksi
Burung Garuda - Kompas

Tim monitoring elang jawa baru-baru ini mendeteksi keberadaan unggas langka tersebut di dalam kawasan Taman Nasonal Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Sebanyak dua sarang dengan anakan elang jawa ditemukan di dua lokasi yang berbeda. Hal ini menunjukkan TNGGP masih menjadi rumah yang nyaman bagi salah satu satwa endemik Jawa kebanggaan Indonesia yang diidentikkan dengan lambang Negara Indonesia, Burung Garuda tersebut.

Humas TNGGP, Ade Bagja Hidayat mengatakan, sarang baru ini ditemukan di salah satu kandang di Pusat Konservasi Elang Kamojang, Jalan Raya Kamojang. “Lokasi baru ini berhasil ditemukan saat tim sedang melakukan pengecekan air,” ungkap Ade seperti dikutip Kompas.com, Jumat (5/7/2019).

Menurut Ade, anakan elang jawa di sarang yang baru ditemukan tersebut diperkirakan berusia sekitar dua bulan. Indikatornya adalah anakan elang sudah mampu mengepakkan sayap dengan baik saat diterpa angin. Sedangkan temuan sebelumnya adalah pada 13 April 2019, anakan elang jawa di lokasi yang berbeda.

Tim monitoring elang jawa TNGGP, yang terdiri atas Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan, Fungsional Polisi Hutan, Fungsional Penyuluh Kehutanan dan masyarakat mitra Polhut dapat mengabadikan induk elang bersama anaknya, yang tengah bercengkrama di dalam sarang tersebut. Elang jawa masuk dalam salah satu daftar satwa prioritas TNGGP untuk ditingkatkan jumlah populasinya dari tahun 2015 hingga 2019.

“Bertambahnya jumlah elang jawa ini pun menjadi kabar baik bagi upaya pelestarian satwa yang paling dilindungi itu. Pemantauan terus dilakukan karena elang jawa itu diperkirakan akan segera terbang dari sarangnya,” ungkapnya. Namun demikian, menurut Ade, tim tidak bisa terlalu sering memantau kondisi sarang barunya dari jarak dekat. Hal tersebut dapat mengganggu aktivitas mereka. Demikian pula terkait lokasi, akan dirahasiakan untuk menghindari perburuan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Terlebih elang jawa ini bernilai ekonomis sangat tinggi.

Selain elang jawa, ekosistem kawasan TNGGP juga menjadi tempat hidup yang baik bagi jenis satwa endemik Jawa lainnya, seperti macan tutul jawa dan owa jawa.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]