× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Bukan Pinang Dibelah Dua

By Redaksi

Jakarta – Majalahcsr. Potensi sumber daya alam Indonesia yang berlimpah seringkali membuat Negara lain iri. Bisa diingat juga alasan Negara Belanda menjajah Indonesia salah satunya adalah sangat tertarik akan hasil alam Indonesia.

Pinang sebagai salah satu dari hasil alam Indonesia yang selama ini membantu perekonomian masyarakat Sumatera Utara terancam tidak bisa membantu lagi. Pasalnya Negara tujuan ekspor Pinang ini yaitu Pakistan, India dan Bangladesh menerapkan aturan yang memberatkan.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Sumatera Barat Ramal Saleh mengungkap, dalam empat bulan terakhir Indonesia tidak bisa mengekspor pinang ke Pakistan karena adanya larangan dari pemerintah Pakistan. “Pemerintah Pakistan banned impor pinang,” ujar Ramal seperti yang dilansir oleh Kontan.co.id, Rabu (28/2).

Sementara, negara tujuan ekspor lainnya seperti India dan Bangladesh menerapkan bea masuk yang tinggi yakni sekitar 108% yang semakin mempersulit Indonesia untuk mengekspor pinang.

Padahal, menurut Ramal, tiga negara tersebut merupakan negara utama tujuan ekspor pinang Indonesia. Setiap tahunnya, Indonesia dapat mengekspor sekitar 300.000 ton pinang ke tiga negara tersebut. Karena itu, bila ekspor pinang berhenti akan merugikan masyarakat Indonesia.

“Pinang adalah hasil perkebunan rakyat, bila tersumbat ekspornya maka hilanglah pencariang lebih kurang 300.000 orang yang tersebar di Sumatera Barat, Jambi, Riau, Sumatera Utara, dan Aceh,” jelas Ramal.

Menurut Ramal, setiap tahunnya Indonesia dapat memproduksi 350.000 ton pinang dalam setahun. Sayangnya, pasar pinang di dalam negeri pun belum terbentuk. Dia berpendapat, pasar dalam negeri pun harus dipikirkan ke depannya.

Pinang atau betel nut biasanya ditanam untuk dimanfaatkan bijinya, yang di dunia Barat dikenal sebagai betel nut. Biji pinang bisa digunakan untuk mengobati cacingan, sakit disentri, diare berdarah, dan kudisan. Biji ini juga dimanfaatkan sebagai penghasil zat pewarna merah dan bahan penyamak.

Akar pinang jenis pinang itam, pada masa lalu digunakan sebagai bahan peracun untuk menyingkirkan musuh atau orang yang tidak disukai. Pelepah daun yang seperti tabung (dikenal sebagai upih) digunakan sebagai pembungkus kue-kue dan makanan. Umbutnya dimakan sebagai lalapan atau dibikin acar.

Batangnya kerap diperjual belikan, terutama di kota-kota besar di Jawa menjelang perayaan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus, sebagai sarana untuk lomba panjat pinang. Meski kurang begitu awet, kayu pinang yang tua juga dimanfaatkan untuk bahan perkakas atau pagar. Batang pinang tua yang dibelah dan dibuang tengahnya digunakan untuk membuat talang atau saluran air.

Pinang juga kerap ditanam, di luar maupun di dalam ruangan, sebagai pohon hias atau ornamental.

 

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]