banner
Pelaksanaan konferensi pers terkait kegiatan BPI Expo yang mendukung transformasi digital di lingkungan pendidikan sekolah BPI Kota Bandung, Jumat (24/6/2022). Acara BPI expo akan digelar pada Selasa (28/2/2022) hingga Kamis (30/6/2022) bertempat di kampus BPI Jalan Burangrang Nomor 8 dan Jalan Halimun. Foto : Majalah CSR
Liputan

BPI Lakukan Transformasi Digital untuk Sempurnakan Kualitas Pendidikan

31 views

MajalahCSR.id – Yayasan Badan Perguruan Indonesia (BPI) Bandung meluncurkan program “Tranformasi Digital” yang merupakan respons BPI dalam menghadapi dampak akibat pandemi Covid-19. Peluncuran program akan dilakukan pada Minggu (26/6/2022) di Kampus BPI, Jl. Burangrang No. 8, Bandung.

Ketua Pengurus Yayasan BPI, Iyep Sobari, mengatakan penerapan transformasi digital dilakukan secara bertahap dalam mindset, maupun perangkat pembelajaran di kelas, serta bekerja sama dengan industri merupakan langkah-langkah yang diambil BPI untuk merespons dampak pandemi.

Pertumbuhan ekonomi yang rendah sebagai salah satu dampak pandemi, menurut Iyep, berpengaruh terhadap belanja pendidikan dan informasi.

“Bukan hanya orang tua siswa yang menanggung beban ini, tetapi juga sekolah-sekolah swasta, termasuk BPI, yang secara tradisional mengandalkan pemasukan dari SPP sebagai sumber pembiayaan utama, khususnya sekolah dasar dan sekolah menengah yang belum bisa terafiliasi penuh dengan pasar dan industri,” kata Iyep, Jumat (24/06/2022). Untuk itu, BPI melakukan transformasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah sekaligus memperbaiki manajemen sekolah.

Adapun mengenai transformasi digital, Iyep mengungkapkan, hal ini sudah menjadi keniscayaan karena tidak ada aspek profesi yang tidak terkait digitalisasi. Pemanfaatan teknologi digital juga merupakan salah satu percepatan dalam menyiapkan lulusan yang adaptif terhadap teknologi, inovatif, serta siap menyongsong masa depan.

Iyep menambahkan bahwa tranformasi digital yang dilakukan oleh BPI menyangkut 3 hal. Pertama adalah Learning Management System, di mana penerapan teknologi digital akan memudahkan segala sesuatu yang berhubungan dengan proses belajar mengajar (termasuk berkomunikasi dengan orang tua siswa). Bahkan, orang tua siswa bisa secara langsung melihat proses pembelajaran anaknya di kelas melalui link zoom yang sudah disediakan pihak sekolah untuk masing-masing kelas. Hal ini tentu bermanfaat agar orang tua dapat menilai langsung kualitas kegiatan belajar mengajar di kelas.   

Kedua terkait digitalisasi HRD, di mana tenaga pengajar harus terus mengasah kemampuan dirinya untuk beradaptasi dengan teknologi termasuk dunia digital. Ketiga, menyangkut tata kelola keuangan. BPI menerapkan praktik “cashless”, artinya segala sesuatu yang berhubungan dengan keuangan dilakukan secara non tunai. Termasuk di dalamnya pembayaran uang sekolah, gaji tenaga pengajar dan sekolah, dan lainnya yang memudahkan kebutuhan pihak-pihak yang terlibat serta juga mendukung transparansi.

Pemanfaatan teknologi yang dilakukan antara lain melalui pemanfaatan aplikasi Sokrates untuk Learning Management System (LMS), penggantian papan tulis dengan papan tulis digital, laboratorium digital, dan sebagainya. Menurut Fajar Susilo, Pembina Yayasan BPI, “Penggunaan teknologi ini dilakukan bertahap, dan sudah dimulai sejak awal. Kami bahkan memiliki observatorium untuk pengamatan bintang di kelas.”

“Sokrates digunakan untuk menjembatani perilaku belajar anak di masa pandemi dan saat ini. Di sisi lain, ini juga memudahkan transaksi keuangan seperti pembayaran SPP dan pelaporan,” jelas Iyep. Pemanfaatan LMS ini dilakukan bekerjasama dengan BINUS Center Bandung.

Selain pemanfaatan teknologi, BPI juga mengembangkan jejaring kerja sama dengan industri, khususnya yang menunjang program pendidikan bagi SMK, dengan penandatangan kerja sama dengan Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) III Siliwangi, BINUS University, Yamanishi University Jepang, Pengurus Besar (PB) E-Sport Indonesia, PT Paragon Technology and Innovation, dan Pudak Scientific.

Kerjasama dengan industri dilakukan untuk membantu anak didik siap untuk memasuki dunia industri. Dedi Indrayana, anggota Kelompok Pengawas Sekolah, menyatakan masih ada salah kaprah lulusan SMK. “Banyak anak SMK, yang karena nuansa belajarnya di SMA biasa, kemudian lebih tergoda untuk melanjutkan pendidikan kesarjanaan, walaupun seharusnya anak SMK itu fokus pada keterampilan, atau vokasional.”

Melalui kerjasama ini BPI berharap agar  lulusan SMK dapat menjadi input bagi industri karena tidak semua anak didik berkesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

BPI Expo

Untuk lebih memperkenalkan sekolah-sekolah BPI ke masyarakat, khususnya orang tua calon peserta didik, BPI mengadakan BPI Expo yang terdiri dari pameran, open house, dan talkshow yang dikemas dalam BPI Expo, mulai Selasa hingga Kamis, 28-30 Juni 2022.  BPI Expo ini digelar di dua titik kampus BPI, yakni di Jl. Burangrang No. 8 dan Jl. Halimun.

Dalam BPI Expo ini, BPI menampilkan pemanfaatan teknologi digital di sekolah yang akan digunakan pada tahun ajaran 2022/2023, pengenalan proses pembelajaran di BPI, serta lingkungan dan budaya di sekolah. Kiki Aryani, Kepala SMA BPI 1 Bandung, mengatakan, “Para guru di sini sepakat untuk bersikap lembut dalam penegakan disiplin.” Ini dilakukan karena pandemi membuat pola belajar anak berubah. “Ini juga mengapa sekolah BPI secara khusus memiliki psikolog, yang bisa membantu siswa dan orangtua beradaptasi dengan pendidikan offline.”

Di antara rangkaian talkshow ini, BPI juga menampilkan beberapa psikolog, pakar pendidikan, dan alumni yang nanti akan terlibat dalam pembelajaran di sekolah.

Yayasan BPI telah melayani kegiatan pendidikan di Kota Bandung sejak 1948, dimulai dari pendirian SMP Petang dan hingga kini, Yayasan BPI telah mengelola satu unit TK dan Playgroup, satu unit Sekolah Dasar, satu unit Sekolah Menengah Pertama, dua unit Sekolah Menengah Atas, serta satu unit Sekolah Menengah Kejuruan. Seluruh unit sekolah yang berada di lingkungan BPI telah mendapatkan akreditasi A (Sangat Baik).

banner