× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Booming Penjualan Busana Seken Bisa Kurangi Dampak Buruk Lingkungan oleh Industri Fesyen

By Redaksi
Ilustrasi Toko Busana Preloved. Foto : gabriel12 on Shutterstock

MajalahCSR.id – Dunia fesyen dikabarkan sedang demam ”sustainability fashion”.  Salah satu fenomenanya adalah maraknya bisnis busana bekas. Sebuah laporan menyebut, pasar “preloved” di Amerika Serikat diperkirakan meningkat 3 kali lipat dalam 10 tahun ke depan, dari USD 28 miliar pada 2019 menjadi USD 80 miliar di tahun 2029. Sementara nilai keseluruhan bisnis ini diungkapkan menyentuh angka USD 379 miliar. Bahkan tahun lalu, bisnis ini bekembang 21 kali lipat lebih pesat daripada industri busana konvensional.

Transformasi industri fesyen tersebut  berpotensi melampaui industri fast fashion yang berkarakteristik harga murah sehingga timbul limbah busana yang massif yang di awal 2000an dimotori sejumlah merek kenamaan seperti H&M dan Zara. Selama 2 dekade industri ini tumbuh berlipat-lipat dan mendominasi market secara umum.     

Saat fast fashion diramalkan tetap berkembang 20% dalam 10 tahun, di sisi lain fesyen preloved diperkirakan bertumbuh hingga 185%.

Mengutip dari Greenbiz, para akademisi yang menganalisis konsumsi sandang dan keberlanjutan, berpendapat industri busana seken ini akan memberi bentuk baru pada industri fesyen yang memitigasi dampak buruk industri pada planet bumi.

Hal penting selanjutnya

Pasar busana seken ini dibagi menjadi 2 kategori besar: toko barang bekas, dan sejumlah platform “resale”.  Busana preloved selama ini dikenal sebagai busana rendahan bekas orang lain dan kotor. Biasanya dicari para pemburu barang murah dan langka. Ternyata persepsi ini mulai berubah. Sekarang konsumen mulai melihat dan mempertimbangkan busana ini memiliki nilai identitas sendiri bahkan kualits superior dibanding busana baru. Sekarang ini bahkan ada yang membelinya lalu kembali menjualnya di kalangan konsumen muda.

Tren yang meningkat ini tidak luput dari campur tangan platform jual beli digital sebagai platform baru. sebut saja Tradesy dan Poshmark. Platform digital untuk pasar resale ini akan menjadi hal besar berikutnya di industri fesyen.

Pasar untuk barang-barang mewah seken juga tak kalah menarik. Para retailer seperti The RealReal atau Vestiaire Collective melayani pasar digital untuk barang-barang kelas “sultan” ini. Di situ orang-orang bisa membeli label busana kenamaan seperti Louis Vuitton, Chanel dan Hermès. Nilai pasar dari sektor ini menyentuh angka USD 2 miliar pada 2019.

Bahkan di masa pandemi seperti sekarang, tren busana preloved berperan mengurangi konsumsi yang belum mendesak seperti busana. Atau bisa membeli barang yang lebih berkualitas dengan harga murah    

Sementara itu, untuk sisi penjual, kontraksi ekonomi yang terus berlanjut yang dikombinasikan dengan ketertarikan masyarakat pada konsep keberlanjutan adalah paduan yang menguntungkan.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]