× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Bisnis Berkelanjutan Batik SMIG Melalui Tripple Bottom Line

By Redaksi
Dok. Kompas.com

Jakarta – Majalahcsr. Omzet batik tulis Sutiah sudah mencapai miliaran rupiah. Bahkan produknya kini sudah tersebar seantero negeri, bahkan terbang hingga ke Singapura dan Malaysia.

Wanita kelahiran 1 Juli 1974 ini pun sekarang tersenyum pada hasil jerih payahnya. Masa lalunya yang hanya sebagai penjual pakaian kredit keliling kampung berubah berkat tekadnya yang kuat dan dukungan modal membawa kesuksesan seperti saat ini.

Saat menjadi pedagang pakaian keliling dulu, Sutiah terinspirasi untuk bisa membatik. Gayung bersambut, pasar menerima batiknya sehingga usahanya pun makin lama makin besar. Sayang, seiring perkembangan usaha, modal Sutinah tidak mencukupi.

Kesulitannya tersebut sirna saat Sutiah bertemu dengan seorang karyawan Semen Indonesia Grup (SMIG). Dirinya berhasil mendapatkan pinjaman modal melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) SMIG. Uang modal tersebut dipakainya untuk membeli mesin jahit yang digunakan untuk memproduksi pakaian jadi dari hasil batik buatannya.

Dok. Semen Gresik

Sebagai sebuah industri dengan banyak pemangku kepentingan, faktor keuntungan atau profit memang hal yang mutlak. Namun sebagai entitas yang hidup dan beroperasi di tengah masyarakat, SMIG tentunya tak boleh melupakan peran masyarakat (people) sekitar dan juga lingkungan (planet).

Ketiga faktor tersebut yaitu profit, people dan planet (3P) sama-sama penting bagi perusahaan, sehingga perannya harus diseimbangkan. Menyadari pentingnya menyeimbangkan 3P itu, maka SMIG telah menetapkan kebijakan pengelolaan perusahaan yang selalu berorientasi pada pertumbuhan profit, pengembangan lingkungan yang bersih dan sehat, serta kesejahteraan masyarakat, terutama di sekitar pabrik.

Menjadi mitra binaan SMIG juga membuka luas peluang pasar bagi Sutiah. Ia sering diajak pameran di berbagai daerah sehingga produknya semakin terkenal dan merambah pasar luar negeri.

Setelah usahanya berhasil, Sutiah kini berharap bisa mewariskan ilmu membatik kepada generasi muda. Cerita dari Sutiah ini hanyalah satu dari sekian banyak orang yang meraih keberhasilan berkat dukungan dukungan program PKBL SMIG.

 

Sumber  :

Dwi Soetjipto (2014). “Transformasi Korporasi, Mengubah Konflik Menjadi Kekuatan” . Road To Semen Indonesia.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]