× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Bintang Supemarket Gunakan Kemasan Daun Pisang Gantikan Plastik

By Redaksi

Memanfaatkan kembali bahan-bahan alami tampaknya telah menjadi tren baru. Sebuah pasar swalayan di Chiang Mai, Thailand ramai dibicarakan setelah foto gerai mereka terpampang di media sosial. Baru-baru ini sebuah supermarket di Ubud, Bali, Bintang Supemarket, juga mendapat banyak karena kebijakan baru mereka menggunakan daun pisang untuk mengemas sayuran.

“Kami mulai mengubah kemasan. Secara bertahap kami akan mengurangi penggunaan kemasan plastik, terutama untuk produk segar.” Demikian dikatakan pihak Bintang Supermarket pada tayangan akun media sosial Facebook mereka, Sabtu (30/3/2019).

Penggunaan daun pisang sendiri sudah dilakukan Bintang Supermarket sejak Januari 2019. Selain itu mereka juga tak lagi menjual sedotan, styrofoam, dan tas keresek. Daun pisang dipilih karena dinilai paling mudah dan paling efisien dalam penggunaannya, selain harga yang murah dan mudah didapat. Daun pisang digunakan untuk mengemas aneka sayuran, seperti terong, sawi, kacang panjang, lobak, cabai merah, timun, dan daun bawang. Sebagai pengikat, digunakan Tali pengait berbahan bambu yang banyak dijual di pasar dengan harga murah.

Seperti dikutip Kompas, Manajer Operasional Bintang Supermarket, Agus Sanjaya mengatakan, kebijakan penggantian kemasan tersebut diambil semata karena kesadaran akan banyaknya sampah plastik di Bali. Selain itu, pada Desember 2018 lalu Gubernur Bali telah menerbitkan peraturan yang membatasi penggunaan kemasan plastik sekali pakai dan melarang penggunaan styrofoam, sedotan plastik, dan tas kresek.

Sejak Februari 2019 tim Bintang Supermarket memikirkan cara mengurangi produk berbahan plastik sebagai kemasan. Penerapan mulai dilakukan pada 30 Maret 2019, dengan menghilangkan plastik secara bertahap untuk semua produk fresh. Sedangkan untuk kemasan plastik sekali pakai, sejauh ini Bintang Supermarket  masih mengaku kesulitan karena harus berkoordinasi dan bersinergi dengan pemasoknya.

Foto : Kompas

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]