× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Biden Perintahkan AS untuk Kembali Bergabung dengan Kesepakatan Paris

By Redaksi
Presiden Amerika Serikat Terpilih, Joe Biden, di Ruang Kerja Kepresidenan. Foto : Associated Press

MajalahCSR.id – Presiden terpilih Amerika Serikat, Joe Biden sudah memberi gebrakan terkait kebijakan AS terhadap lingkungan. Bidden memerintahkan jajarannya untuk memulai proses kembali bergabungnya AS ke dalam kesepakatan iklim global, Paris Agreement. Proses ini dikabarkan memakan waktu 30 hari.

AS akan mengirimkan surat permohonan resmi ke Perserikatan Bangsa Bangsa untuk kembali menjadi bagian dari perjanjian iklim antar negara tersebut. Kebijakan Biden ini berbanding terbalik dengan pendahulunya, Donald Trump, yang menarik diri dari kesepakatan itu sehingga mengundang kecaman dari banyak pemimpin dunia.   

Perintah itu sudah ditandatangani Biden pada hari pertama bekerja di Gedung Putih. Selain itu, ada beberapa kebijakan lingkungan lainnya yang direvisi. Salah satunya menghentikan proyek pembangunan pipa Keystone XL yang menjadi kontroversi saat Trump berkuasa.  

“Ambisi kami pada pemerintahan ini adalah menempatkan kembali kebijakan yang berjangka panjang (bagi lingkungan) yang sudah dilakukan negara lain,” ujar Ateli Iyalla, Direktur CDP Amerika Utara, lembaga pemerhati jejak karbon. “Kami harus membuktikan keinginan (berpihak pada masalah lingkungan) tersebut.”

Presiden Biden bakal memerintahkan jajarannya untuk mengevaluasi peraturan dan undang-undang yang dibuat pada masa pemerintahan Trump. Sebagai upaya untuk mengubah kebijakan empat tahun sebelumnya, Biden menunjuk Gina McCarthy, pejabat senior di Environmental Protection Agency (EPA), menangani rencana agenda negara (terutama soal lingkungan) hingga 2035. Biden juga sudah mencanangkan tujuan nol emisi AS pada 2050 mendatang.

Para pengamat kebijakan menduga pemerintahan Biden juga bakal memprioritaskan perjanjian perdagangan terbuka (fair-trade) dengan negara lain yang mengekspor bahan mentah  untuk mendukung keberlangsungan industri hijau. Hal ini untuk memastikan agar rantai pasok bahan mentah seperti lithium, tembaga, dan nikel selama ini dikenal sumber polutan dan operasional tambang yang  tak jarang melanggar hak asasi manusia, benar-benar dari sumber yang bisa dipertanggungjawabkan.

Hal lainnya, Biden dan jajarannya harus pula memikirkan cara untuk mengurangi jejak karbon serta menemukan teknologi yang mumpuni untuk menangkapnya.

 

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]