× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

#BeSociopreneur Undang Perempuan Muda Indonesia Berbisnis Sosial

By Redaksi
Diskusi YCSEA 2019 di @america.

Saat Presiden Joko Widodo menunjuk Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, tak sedikit pihak yang mempertanyakan. Selain latar belakang profesinya yang jauh dari kegiatan dunia pendidikan, usianya pun tergolong muda menduduki kursi menteri.

Jokowi akhirnya membeberkan alasan keputusannya mengangkat entrepreneur sosial teknologi ini duduk di kementerian yang vital. Ternyata, kepiawaian Nadiem dalam mengelola ribuan mitra usaha di Gojek lewat teknologi dibutuhkan dalam soal SDM termasuk di dalamnya jutaan guru dan siswa sekolah.

Teknologi, social entrepreneur, dan anak muda adalah 3 hal yang kini berkembang pesat secara global, termasuk di Indonesia. Lalu banyaklah tumbuh beberapa inkubasi socio-technopreneur di Indonesia, salah satunya Young Changemakers Social Enterprise Academy (YCSEA) 2.0.  Sebuah program inkubasi bisnis yang diinisiasi Campaign.com dan @america untuk anak muda yang ingin memulai usaha sosial.

Dengan hastag #BeSociopreneur YCSEA melakukan terobosan dengan berfokus meningkatkan kesempatan bagi perempuan muda menjadi pemimpin di bidang usaha sosial yang berteknologi. Selain menawarkan kemudahan, hadirnya teknologi dapat menjadi solusi termasuk bagi dunia usaha.

Melalui program ini diharapkan, perempuan bisa membuktikan kemampuan dirinya sebagai pemimpin yang bisa berkolaborasi dengan para pria, dimana selama ini identik dengan kepemimpinan. Uniknya, jenis bidang usaha sebagai syarat masuk program ini adalah bidang usaha sosial. Seperti diketahui, usaha sosial ini mulai menjamur di Indonesia. Dan nyaris seluruhnya dicetuskan dari pemikiran anak muda.

Berbeda dengan usaha bisnis umumnya yang mengedepankan profit dan kebutuhan konsumen, social entrepreneur berangkat dari masalah yang timbul di masyarakat. Si pelaku usaha ber-ide dari keinginan dirinya menjadi bagian dari solusi masalah yang ada di sekitarnya. Meskipun tidak dipungkiri, secara ekonomis tentu akan ada hasilnya, meskipun bukan prioritas pertama.

YCSEA merupakan bagian dari kampanye #BeSociopreneur yang selain mendorong, juga membimbing para anak muda ini dalam berbisnis sosial. Tahun ini merupakan edisi kedua program tersebut dan dibuka oleh Evan Fowler, perwakilan dari Economic Corner Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta di @america, Kamis (24/10/2019).  

Persyaratan untuk menjadi peserta program, memiliki 3 anggota tim usaha di mana ada satu perempuan di posisi key management. Selain itu usaha yang didaftarkan harus berada pada posisi prototype. Partisipan juga harus menunjukan rencana mereka menggunakan teknologi sebagai bagian dari usaha sosialnya.

Informasi dan cara mendafta bisa dengan aplikasi Campaign #ForChange atau website www.campaign.com/BeSociopreneur.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]