× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Belajar Manajemen Penanganan COVID-19 dari Desa Panggungharjo Yogyakarta

By Redaksi
Kepala Desa Panggungharjo, Bantul, Yogyakarta, Wahyudi Anggoro Hadi. Foto : TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin

Panggungharjo adalah nama desa yang terletak di Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Namun, siapa sangka desa ini punya manajemen khusus untuk penanganan COVID-19. Patut ditiru oleh desa bahkan kota lain di Indonesia.

Desa seluas 560,966,5 Ha ini bahkan sudah memafaatkan platform digital untuk menangani dampak wabah. Wahyudi Anggoro Hadi, Kepala Desa atau Lurah Panggungharjo dan segenap perangkatnya adalah orang dibalik semua kemajuan desa ini, termasuk bagaimana cara mereka memanajemen dampak wabah.

Dalam diskusi online atau web seminar yang diselenggarakan Pusat Pendidikan Latihan Pajak, Rabu (22/4/2020), Wahyu dengan gamblang menjelaskan tahapan penanganan COVID-19 di wilayahnya.  Dia mengistilahkan penanganan wabah di desanya  dengan “Panggung Tanggap COVID-19”.

Menurut Wahyu, Desa Panggungharjo  sudah mempersiapkan diri sejak 17 Maret 2020 atau dua minggu usai pemerintah mengumumkan kasus COVID-19 pertama di Indonesia. Pada tanggal tersebut, segenap aparat desa dan juga pemangku kepentingan, termasuk perwakilan warga melakukan rapat pertama terkait tindakan preventif, sampai program yang akan dilakukan.

Tak sekedar mempersiapkan pengamanan secara riil, namun juga pihak desa membuat website khusus seputar mitigasi penanganan COVID-19 ini. Selain terkait kesehatan, juga terkait mitigasi ekonomi sebagai dampak dari kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Dalam penanganan ini, Desa Panggungharjo juga membagi 2 macam proyek manajemen tindakan untuk mempermudah pelaksanaan program. Kategorisasi tersebut diantaranya:

Bagian pertama merupakan dukungan

  1. Kategorisasi relawan

Di dalam kategorisasi ini adalah relawan yang terbagi menjadi dua yaitu professional (medis dan non medis), serta non professional (teknik distribusi dan dapur umum).

2. Kategorisasi donasi

Dalam kaitan ini donasi barang (sembako dan non sembako) serta uang (tunai dan non tunai).

Bagian Kedua merupakan laporan

  1. Kategorisasi dampak

Berupa analisis data yang terdampak dan tidak terdampak

2. Kategorisasi aspek terdampak

Aspek klinis dan non klinis

3. Kategorisasi resiko

Kelanjutan tindakan dari aspek klinis yaitu resiko tinggi, sedang, dan rendah serta non klinis yang penanganannya secara sosial dan atau ekonomi

4. Kategorisasi interverensi

Mulai dari aspek klinis yang ditindaklanjuti dengan asistensi klinis,monitoring klinisdan edukasi klinis. Lalu aspek non klinis di mana yang sosial ditindaklanjuti dengan pranata sosial dan dekontaminasi, sementara yang ekonomi diselesaikan melalui padat karya tunai desa dan jaring pengaman sosial.

Semua proyek manajemen dilengkapi modul acuan sehingga bisa dilaksanakan secara terarah. Desa Panggungharjo bahkan menyiapkan aplikasi pasardesa.id. Aplikasi ini menjadikan warga desa bisa berbelanja kebutuhan sehari-hai secara virtual sehingga tak perlu lagi mendatangi pasar yang mengakibatkan rentan terdampak wabah.

Mitigasi klinis pun sudah berbasis web digital. Semua warga desa bisa melaporkan kondisi diri dan keluarga seputar gejala klinis, riwayat perjalanan, riwayat kontak, dan penyakit penyerta. Sehingga aparat memantau data warga tanpa perlu bertatap langsung.

Sementara itu mitigasi dampak ekonomi/kerawanan pangan juga dilakukan berbasis media daring. Salah satunya melalui aplikasi pasardesa.id tadi. Dengan demikian barang petani, supply, dan kebutuhan konsumen tidak terganggu oleh kedaruratan PSBB. Demi mengajak warga untuk memanfaatkan pasardesa.id, bagi warga yang berbelanja kelipatan Rp 250.000, akan mendapat cashback  sebesar 20%.

Menurut Wahyu, program ini sudah dilakukan dan ada kemungkinan akan menjadi percontohan bagi desa lainnya.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]