× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Becak “Lucu” Kathmandu dari Bambu

By Redaksi
Habre Eco Bike. Foto : inhabitat.com

Trend kembali ke alam tak hanya melulu terjadi di lini fesyen, kosmetik atau yang terkait dengan keseharian. Di tangan desainer Lance Rake, becak yang biasanya terbuat dari rangka besi, bisa pula terbuat dari bambu. Bekerja sama dengan perusahaan bambu lokal, Atbari, di Kathmandu, Nepal, Lance berhasil mendesain becak listrik yang rangkanya 100 persen terbuat dari tanaman jenis rumput-rumputan tersebut.

Seperti dilansir dari inhabitat, diberi nama Habre Eco Bike (becak Habre) bahan baku bambunya berasal dari wilayah lokal. Kendaraan ini diprediksikan menarik wisatawan luar untuk berkunjung. Sebagai kendaraan alternatif, selain bahannya yang sustainable, juga bisa mengurangi dampak polusi dibanding kendaraan konvensional.

Habre Eco Bike. Foto : inhabitat.com

Kathmandu, Nepal, adalah salah satu kota terpolusi di Asia. Salah satu sektor yang menyumbang polusi terbesar di sana adalah transportasi. Jalanan macet yang dipenuhi asap kendaraan yang terus mengepul adalah pemandangan lazim. Semua itu tentu saja menjadi ancaman bagi lingkungan dan kesehatan warga setempat.

Pada 2019 Rake mendapat beasiswa global dari Fulbright untuk mencari cara mengatasi isu polusi. Berkolaborasi dengan desainer lokal dari Abari, yang juga perusahaan kreasi bambu, Rake sukses mendesain becak tersebut. Becak ini bertujuan membantu warga lokal menyediakan transportasi umum untuk mengantar wisatawan keliling kota menuju pusat wisata. Walhasil, selain memberi dampak ekonomi (ada pemasukan uang) juga ada efek positif bagi lingkungan.  

Habre Eco Bike. Foto : inhabitat.com

Rake bersama pendiri Abari, Nripal Adhikari merintis pembuatan Habre Eco Bike, melalui beragam ujicoba. Jalanan Kathmandu umumnya memiliki kontur aspal yang tidak mulus. Di beberapa wilayah kondisi jalannya bahkan cenderung curam. Sebab itu, desain becak pun dibuat tangguh dan kokoh untuk menjelajahi jalanan di sana, terutama jalanan di pedesaaan.

Hanya mengandalkan peralatan seadanya dan tenaga kerja lokal, prototipe becak akhirnya sukses diujicoba. Seluruh rangkanya terbuat dari bambu, tak seperti becak umumnya yang terbuat dari besi. Namun jangan dianggap remeh. Meskipun dari bambu, tapi sudah menjalani serangkaian tes kondisi untuk mendapatkan setelan yang pas. Selain ramah lingkungan dan berkelanjutan, dari tampilan pun si becak terlihat unik dan “lucu”.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]