× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

BAZNAS Ajak Mahasiswa UI Dorong SDGs

By Redaksi

Jakarta – Majalahcsr. Dana zakat turut membangun peradaban manusia dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Kesadaran berzakat yang cukup tinggi membuat potensinya untuk menyukseskan SDGs sangat besar./

Tema ini menjadi pembahasan dalam Seminar Zakat on SDGs “Peranan Zakat untuk Mewujudkan SDGs” yang diselenggarakan di Universitas Indonesia, Kamis (16/11).

Hadir lima pembicara dalam acara tersebut, yaitu Deputi BAZNAS, Arifin Purwakananta, Direktur Pusat Kajian Strategis (Puskas) BAZNAS, Irfan Syauqi Beik, PhD. Selain itu Manajer Pilar Sosial Sekretariat Nasional SDGs Bappenas, Arum Atmawikarta, Technical Advisor for Innovative Financing UNDP, M. Ikhsan Modjo dan Direktur Eksekutif Perhimpunan Filantropi Indonesia, Hamid Abidin.

Arifin Purwakananta mengatakan zakat tidak saja akan berperan dalam pendanaan berbagai program pencapaian SDGs, pada saat yang sama zakat akan ditantang dalam memberi gagasan bagi upaya perbaikan kehidupan Dunia.

Tahun ini, zakat di seluruh Indonesia yang dikumpulkan oleh BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) mencapai sekitar Rp5 triliun. Dana sebesar itu telah diwujudkan dalam berbagai program Pemberdayaan untuk mustahik melalui pendekatan kebutuhan dan potensi masyarakat penerima manfaat.

Dari 17 poin SDGs, secara garis besar Gerakan zakat berfokus pada 11 isu, antara lain pemberantasan kemiskinan, menghapusan kelaparan, peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan.

Arum Atmawikarta mengatakan selain zakat, ada ritual keagamaan yang bisa berperan dalam pencapaian SDGs, yaitu wakaf dan sedekah. Ketiganya berperan dalam program perlindungan sosial dan pengurangan kemiskinan.

Tujuan yang disasar adalah mewujudkan pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Namun lebih jauh dari itu, lembaga zakat melalui program-programnya bisa berkontribusi pada tujuan yang lain seperti menghapus kemiskinan dan kelaparan.

Kemudian kesehatan dan kehidupan yang lebih baik, kesetaraan gender, inklusi keuangan serta mewujudkan perdamaian dan institusi yang kuat.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]