× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Banyak Manfaat untuk Pembentukan BLUD Dana Bergulir di Daerah

By Redaksi

Sulteng – Majalahcsr. Kementerian Koperasi dan UKM mendorong pembentukan Badan Layanan Umum Daerah Dana Bergulir (BLUD-DB) di daerah untuk mendukung akses pembiayaan bagi KUMKM. Pasalnya, selain minimnya kemampuan fiskal,selama ini jumlah personil dari LPDB-KUMKM sebagai Badan Layanan Umum (BLU) Kemenkop dan UKM pun minim, serta tidak diperbolehkan LPDB-KUMKM membuka cabang di daerah.

“Ini yang menyebabkan layanan pembiayaan bagi usaha mikro dan kecil menjadi tidak maksimal,” kata Asdep Pembiayaan Non Bank dan Perpajakan Kemenkop dan UKM, Suprapto,, dalam acara Focus Group Discussion (FGD) di Kulisusu, Buton Utara, Sulawesi Tenggara, pada Selasa (20/2), seperti dijelaskan dalam keterangan resminya yang dilansir Bisnis.com.

Dia menambahkan pos anggaran dana bergulir tidak lagi sebatas mengandalkan APBD, tetapi juga sudah bisa bekerjasama dengan LPDB-KUMKM. Sampai saat ini sudah ada 5 BLUD-DB yang bekerjasama dengan LPDB-KUMKM.

Namun menurutnya yang dapat menjadi contoh adalah Kabupaten Tangerang, sehingga sangat direkomendasikan sebagai tempat studi banding.

Sementara itu, Tenaga Ahli LPDB-KUMKM Tamim Saefudin, mengatakan pendirian BLU sangat penting untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan keuangan negara, dan mendorong perbaikan kinerja pelayanan kepada masyarakat serta mengurangi birokrasi anggaran. BLU merupakan wadah implementasi konsep mewirausahakan pemerintah dan penganggaran berbasis kinerja di lingkungan pemerintah.

“BLU diberikan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangannya untuk mendukung efisiensi dan efektivitas pelayanan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut juga dibuat kesepakatan bersama terkait percepatan pembentukan BLUD-DB di Kabupaten Buton Utara. Hal tersebut dilakukan agar progress pembentukan BLUD-DB bisa diawasi setiap tahapannya, serta sebagai wujud keseriusan pemerintah daerah Buton Utara dalam membentuk BLUD DB di wilayahnya.

Bupati Buton Utara, Abu Hasan mengungkapkan bahwa kondisi KUMKM di daerahnya rata-rata cenderung belum berkembang. Menurutnya, permasalahan utama yang dihadapi KUMKM adalah terkait sulitnya akses permodalan. Hal inilah yang menjadi alasan mendasar dibentuknya BLUD-DB di Kabupaten Buton Utara.

“Saya adalah Bupati pertama yang berkunjung ke kantor LPDB-KUMKM untuk melakukan konsultasi terkait Pembentukan BLUD Dana Bergulir dan kemungkinan terjalinnya kerjasama dengan LPDB-KUMKM apabila BLUD tersebut nanti berhasil dibentuk,” katanya.

Menurutnya, sumber daya alam di Buton Utara sangat melimpah, namun untuk mengelolanya diperlukan sumber permodalan. Maka kehadiran BLUD-DB diharapkan bisa menjawab kebutuhan permodalan pelaku UMKM yang mengolah komoditi Buton Utara.

“Ini sudah menjadi tugas kita bersama untuk dapat mengelolanya dengan baik demi kesejahteraan masyarakat Buton Utara. Namun demikian, perlu permodalan untuk dapat melakukannya,“ katanya.

Untuk mendukung pembentukan BLUD-DB di Kabupaten Buton Utara ini, Hasan menyampaikan langkah utama yang harus disiapkan adalah payung hukum. Selain akan membuat peraturan bupati (perbub), Hasan juga mengaku akan menyiapkan Peraturan Daerah (Perda).

“Produk unggulan Buton Utara adalah pertanian organik, kebijakan pemerintah untuk mendukung program tersebut adalah dengan Program Eksplorasi Lahan dan subsidi bagi para petani (bibit, lahan, dan pupuk). Hadirnya BLUD-DB tentu akan semakin memperkuat akses permodalan bagi para petani,” jelasnya.

 

Keywords: , , ,

“Beberapa pihak menganggap (perubahan iklim) sepele. Aku tidak.” Kalimat tegas itu keluar dari mulut gadis remaja 16 tahun asal Swedia bernama Greta Thunberg. Greta adalah representasi dari sedikit remaja yang sangat peduli dengan lingkungan, terutama perubahan iklim. Suatu hari di musim panas lalu, Greta membolos dari sekolah. Greta tak sembarang membolos. Ia duduk manis di […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]