banner
Dok. Kemensos
Berita

Bantuan Spesial untuk Papua

883 views

Jakarta – Majalahcsr. Menteri Sosial Idrus Marham mengatakan sebanyak 391 keluarga di Kabupaten Asmat terhitung mulai Februari 2018 akan menerima Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH), jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2017 sebanyak 175 KPM.

“Bansos PKH akan disalurkan secara non tunai di Kabupaten Asmat dengan didukung oleh Himpunan Bank Milik Negara. Untuk Kabupaten Asmat dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Semoga dapat dimanfaatkan secara maksimal,” ujar Idrus ketika menghadiri rapat Konsultasi dengan pimpinan DPR RI di gedung DPR/MPR RI di Jakarta seperti yang dilansir dalam website Kemensos, Kamis (1/2).

Total anggaran yang akan disalurkan adalah Rp798 juta untuk 391 KPM dan akan cair pada Februari untuk tahap pertama.Untuk kelancaran proses pengambilan bansos non tunai PKH, 4 Pendamping PKH dan 1 operator akan diterjunkan secara intensif untuk membantu KPM. Demikian pula dengan tim dari BRI akan disiagakan saat pencairan.

PKH Akses

Sementara itu Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial (Ditjen Linjamsos) Kementerian Sosial Harry Hikmat mengatakan terhitung mulai tahun 2018, untuk wilayah Papua dan Papua Barat akan diterapkan PKH Akses. Yakni PKH yang disalurkan untuk wilayah Tertinggal, Terpencil, dan Terluar.

Tertinggal adalah wilayah yang relatif tidak berkembang dari aspek administrasi, kemasyarakatan, SDM, kepemerintahan. Sementara Terpencil adalah wilayahnya sulit diakses, sarana dan prasarana dasar yang minim, dan disebut Terluar karena berbatasan langsung dengan negara tetangga.

PKH biasa cair 4 kali dalam setahun, sementara untuk PKH Akses cair 2 kali dalam setahun. Persyaratan PKH biasanya berlaku umum sesuai ketentuan, sedangkan PKH Akses persyaratan untuk menjadi peserta PKH dikurangi, bahkan jika memungkinkan untuk daerah tertentu verifikasi pendidikan dan kesehatan dilakukan dengan soft conditional.

Keywords: , ,
banner