× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Bantuan Barang dari Bank KEB Hana Untuk Palu & Donggala

By Redaksi
Dok. KEB Hana

Jakarta – Majalahcsr. Kebutuhan pasca bencana alam memang tidak hanya berupa materi tapi juga non materi. Bayangkan saja, ketika pasca bencana alam, orang belum akan berpikir jauh mengenai punya uang, tetapi bagaimana caranya bisa makan dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya.

PT Bank KEB Hana Indonesia memberikan bantuan sumbangan barang kebutuhan sehari-hari bagi para korban. Bantuan yang diberikan Bank KEB Hana antara lain berupa tenda, selimut, obat-obatan, bahan makanan, serta kebutuhan wanita dan anak-anak. Donasi dari perusahaan diberikan langsung kepada para korban melalui Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Makassar dan Komandan Lanud Sultan Hasanuddin.

Dok. KEB Hana

Bantuan Bank KEB Hana ke Palu dan Donggala mulai diberikan pada 4-7 Oktober 2018. Selain bantuan berupa barang, Bank KEB Hana juga memberikan sumbangan tenaga dengan mengerahkan para karyawan kantor pusat dan karyawan kantor cabang Makassar untuk menyalurkan sumbangan tersebut.

“Kami turut berduka terhadap bencana yang terjadi di Palu dan Donggala. Doa kami untuk para korban dan para keluarga yang telah ditinggalkan karena peristiwa alam yang tidak kita sangka terjadi begitu saja. Kami harap bantuan dari Bank KEB Hana dapat meringankan beban masyarakat Palu dan Donggala yang terkena dampak bencana gempa bumi dan tsunami,” ujar Direktur Utama Bank KEB Hana Lee Hwa Soo di Jakarta, dalam rilis Senin (15/10)

Dok. KEB Hana

Kondisi para pengungsi memperihatinkan, mereka dalam keadaan masih trauma. “Saat ini yang sangat di perlukan bukan hanya bantuan logistik namun juga sumber daya manusia,” ujar IT Project Management Divison Head Bank KEB Hana Benedict Sulaiman.

Gempa bumi dan tsunami melanda Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, pada 28 September lalu. Pusat gempa terjadi di kedalaman 10 kilometer pada 27 kilometer timur laut Donggala. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Senin, 8 Oktober 2018, sebanyak 1.948 orang telah meninggal dunia karena bencana tsunami tersebut.

 

Keywords: ,

“Beberapa pihak menganggap (perubahan iklim) sepele. Aku tidak.” Kalimat tegas itu keluar dari mulut gadis remaja 16 tahun asal Swedia bernama Greta Thunberg. Greta adalah representasi dari sedikit remaja yang sangat peduli dengan lingkungan, terutama perubahan iklim. Suatu hari di musim panas lalu, Greta membolos dari sekolah. Greta tak sembarang membolos. Ia duduk manis di […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]