× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Bank Sampah dan Program Hidroponik Pertamina Bantu Para Ibu di Makasar

By Redaksi
Program Hidroponik dan Bank Sampah Pertamina

Marketing Operation Region (MOR) VII Pertamina Wilayah Sulawesi terus mengembangkan budidaya hidroponik secara berkelanjutan guna meningkatkan kesejahteraan kaum ibu di Kelurahan Tamalabba, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar. Tak hanya itu, Pertamina juga membantu pengembangan program bank sampah untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Tak sekedar menghadirkan lingkungan sehat, bank sampah juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR VII, Hatim Ilwan mengatakan program budidaya hidroponik dan bank sampah sudah berjalan sejak 2017 hingga saat ini.  Pertamina menggandeng komunitas perempuan yang tergabung dalam Kelompok Bank Sampah Hoki, karena dinilai paling aktif dan peduli terhadap masalah lingkungan.

“Kita rangkul para aktivis bank sampah yang merupakan kaum ibu untuk sama-sama menjaga lingkungan yang bersih dan sehat, serta sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi keluarga. Karena, itu dua program ini dijalankan secara bersama-sama,” ujar Hatim dalams ambutannya.

Untuk pengembangan hidroponik, lanjut Hatim, Pertamina memberikan bantuan green house, sistem hidroponik, dan pelatihan teknis. Masyarakat dilatih budidaya hidroponik tomat, karena lebih mudah dalam hal penanaman serta bisa diolah menjadi berbagai produk olahan.

Hatim melanjutkan, pada 2018, Pertamina sudah memberikan bantuan untuk pengolahan hasil budidaya hidroponik agar memiliki nilai ekonomi tinggi. Bantuan yang diberikan berupa fasilitas dan peralatan pengolahan tomat hasil budidaya hidroponik, sehingga bisa diolah menjadi kerupuk tomat, brownis, dan saus tomat. Selain itu, tomat juga dijadikan bahan baku pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita di Posyandu dalam rangka memenuhi kebutuhan gizinya.

Untuk pengembangan bank sampah, Hatim menambahkan, Pertamina memfasilitasi kelompok Bank Sampah Hoki dengan bantuan berupa sekretariat pemilahan sampah, motor roda tiga, dan sistem pemilahan jenis sampah.

Masyarakat pun menjadi terbiasa menjaga lingkungan sehat, bersih dan bebas dari sampah. Program ini membantu masyarakat agar terlatih dalam memilah sampah organik dan anorganik, serta sampah yang memiliki nilai ekonomi.  Warga pun jadi bisa mengenali sampah yang bisa didaur ulang atau reuse, reduse, dan recycle (3R).

Tahun ini, Pertamina melanjutkan bantuan tahap kedua untuk pengembangan budidaya hidroponik dan juga bank sampah. Pertamina mengucurkan dana CSR sebesar Rp 100 juta yang dijalankan pada triwulan keempat 2019.

Menurut Hatim, program budidaya hidroponik tahap kedua ini dimulai dengan pengadaan kelengkapan greenhouse, pengolahan sampah organik dan plastik, serta pembangunan gudang penampungan sampah.

“Beberapa pihak menganggap (perubahan iklim) sepele. Aku tidak.” Kalimat tegas itu keluar dari mulut gadis remaja 16 tahun asal Swedia bernama Greta Thunberg. Greta adalah representasi dari sedikit remaja yang sangat peduli dengan lingkungan, terutama perubahan iklim. Suatu hari di musim panas lalu, Greta membolos dari sekolah. Greta tak sembarang membolos. Ia duduk manis di […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]