banner
Elang Jawa
Berita

Bangga Menjaga Identitas Bangsa

1433 views

Perubahan iklim merusak kestabilan dan ekosistem, Tidak semua spesies siap menghadapinya termasuk berbagai jenis pemangsa di indonesia antara lain simbol Negara kita.

Burung Elang jawa (spizaetus bartelsi) merupakan salah satu jenis elang ukuran sedang yang hanya dapat ditemukan di pulau Jawa. keberadaannya sangat bergantung pada hutam alami di Jawa. Satwa ini dianggap identik dengan lambang Negara Republik Indonesia, yaitu Garuda sejak tahun 1992 burung ini ditetapkan sebagai maskot satwa langka Indonesia melalui keputusan Presiden Nomor 4 tahun 1993 tentang Satwa dan Bunga nasional, sebagai wakil satwa langka dirgantara.

Selain menjaga habitat aslinya, Indonesia Power mendukung kegiatan pelepasliaran kembali elang yang ditangkap kealam bebas, setelah dilakukan penilaian kelayakan diantaranya kajian kesehatan, prilaku yang meliputi kesiapan berburu dialam, prilaku social sesame spesies, maupun jenis satwa lainnya, prilaku umum seperti terbang dan bertengger serta bersarang.

Selain satwanya, kajian juga dilakukan dihabitat pelepas liaran, apakah tempat itu layak untuk Elang jawa, ditilik berdasarkan tingkat gangguan dan ancaman , ketersediaan pakan, serta pemantauan jumlah burung pemangsa lainnya.

Siang itu, M. Syuhada masih tidak paham dan setengah bingung ketika ikut mendampingi dengan Managernya menghadiri undangan pelepasliaran Burung Elang di Gunung Salak, maklum saja dari Jakarta sudah berangkat pagi sebelum Subuh, jalanan yang berkelok panjang membuat mual sepanjang perjalanan.Spanduk dan baliho besar bergambar Wakil Pejabat terpampang sepanjang persimpangan jalan, sekaligus pertanda sudah dekat lokasi acara.
Setalah upacara kecil dan sambutan seperti biasanya acara kepemerintahan,para pemangku kepentingan menuju satu tempat yang sudah dipersiapan oleh Panitia,diantara padang rumput dan pohon pinus sudah dipersiapan sebuah kandang Habituasi oleh panitia didalamnya bertengger gagah sang Garuda siap, tak sampai hitungan ketiga ketika tali pengait dilepaskan tirai jaring penghalang terbuka, seketika itu Sang Garuda melesat terbang ke Alam Bebas, Runtut acara yang singkat walau untuk kegiatan tersebut perlu waktu yang lama mempersiapkannya, sebut saja untuk memastikan Elang tersebut layak dilepasliarkan melewati 100 lebih pemeriksaan intensif, merubah prilakunya yang semula jinak agar liar kembali tidak cukup dari enam bulan tergantung kondisi ketika burung tersebut masuk ke rehabilitasi, sebuah perjalanan yang cukup panjang.

Dari kegiatan tersebut, kami melihat PT Indonesia Power bisa turut berkontribusi, khususnya karena sebaran unit Pembangkit kami pada umummnya operasi Pembangkit listrik berdekatan dengan sumber air, seperti sungai dan laut yang merupakan habitan alamai raptor.

Sebuah project CSR terkait Biodiversiti dilakukan pada akhir Desember 2011 bekerja sama dengan Suaka Elang dilakukan pemetaan Konservasi keanekaragaman Hayati disekitar Kawasan Kamojang dan Gunung Salak, dari hasil rekomendasi pemetaan disimpulkan bahwa dahulu kawasan tesebut potensi sebagai tempat berkembang biak satwa langka, namun seiring perkembangan dan perubahan wilayah sekarang ini jarang dijumpai burung elang yang terbang diatas wilayah tersebut.

Inisiasi dilakukan, memalui program CSR PT Indonesia Power mencoba meningkatkan populasi burung langka tersebut, yang sejak 2012 secara resmi memulai program Konservasi Biodiversity melalui Adopsi Empat Ekor Burung Elang, sebagai bentuk Apresiasi dari Suaka Elang PT Indonesia Power berhak untuk memberikan nama pada burung Elang yang diadopsi tersebut,Untuk Elang pertama diberi nama El Zado (Elang Jawa Indonesia Power) smeentara untuk Elang Brontok diberi nama El Bondo (Elang Brontok Indonesia Power),Elang Ular Bido menjadi Elin (Elang Bido Indonesia Power) dan yang terakhir diberi nama si Ojang (Elang yang akan dilepas liarkan dikawasan Kamojang) Kelak satu hari nanti akan terdengar panggilan radio realwan yang melakukan monitoring Elang saat dilepas…”Halo!.. El Zado monitor!…Elin monitor!”

PT Indonesia Power sengaja membidik Suaka Elang yang focus terhadap perlindungan Satwa Elangd an beberapa satwa langka lainnya. program kepedulian perusahaan dengan Label raptor protector ini kini tengah berlahan memberikan dampak positif bagi perlindungan Satwa liar di Indonesia. Sebenarnya bukan hal yang terlalu asing karena sejak tahun 2004 Indonesia Power telah mendukung konservasi Jalak bali di Taman Nasional Bali Barat, ini juga melengkapi portofolio program keaneka ragaman hayati perusahaan yang sudah berjalan seperti konservasi tumbuhan endemic di Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Kamojang,dan UBP Sagulingdan terumbu Karang di Denpasar – Bali.

“Kami menyadari bahwa proses pembangkitan listrik memiliki dampak terhadap lingkungan dan kondisi keaneka ragaman hayati dapat menjadi penunjuk atau indikator dampak tersebut. Sehingga selain mencegah dan mengelola dampak lingkungan, kami juga mendorong program pelepasliaran keaneka ragaman hayati”

Sebagai Perusahaan yang mempunyai misi fokus terhadap lingkungan untuk program keaneka ragaman hayati tidak hanya melakukan pemetaan diawal program serta adopsi raptor, pelepas liaran dilakukan untuk memenuhi tingkat populasi, saat ini program lebih dikembangkan lagi menjadi perlindungan terhadap sarang (nest protector) tidak banyak yang diharapkan untuk melaksanakan program ini selain rasa bangga bisa berpartisipasi menjaga habitat yang menjadi identitas bangsa.

banner