× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Bahaya Narkotika Harus Disampaikan, Terutama Pada Generasi Muda

By Redaksi
Dok. PN

Muara Enim – Majalahcsr. Hamparan hutan karet di sepanjang desa di Kecamatan Sungai Rotan menjadi saksi perjalanan Windri Syahputra (Windri) dan Safari Riski (Kiki) menuntut ilmu di sekolah. Rusaknya akses jalan yang semakin parah ketika hujan turun tak menyurutkan semangat siswa SMA ini untuk mengikuti kegiatan Sriwijaya Muda selepas jam pulang sekolah.

Berdasarkan laporan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Muara Enim, proyeksi penyalahgunaan narkoba di Muara Enim tahun 2017 mencapai 7.990 jiwa atau 1,7% dari jumlah penduduk usia produktif. Berangkat dari kegelisahan mereka terhadap teman-teman sebaya di lingkungan tempat tinggal mereka yang menjadi korban pergaulan bebas dan penyalahgunaan NAPZA (narkoba, prikotropika, dan zat adiktif), Windri dan Kiki memutuskan untuk bergabung dengan gerakan tingkat sekolah yang dimulai di SMAN 1 Sungai Rotan Kabupaten Muara Enim ini.

Pencerah Nusantara IV membentuk gerakan Sriwajaya Muda pada tahun 2016 dan saat ini telah berhasil membina lebih dari 40 orang siswa tingkat SMA. Gerakan ini merupakan media pengembangan diri para pemuda yang menekankan edukasi kesehatan reproduksi dan NAPZA. Sebagai Ketua Sriwijaya Muda periode 2018-2019, Kiki mengakui bahwa Pencerah Nusantara sebagai pembimbing di Sriwijaya Muda juga memberikan motivasi dan pendampingan untuknya melanjutkan pendidikan hingga jenjang tertinggi.

Windri dan Kiki pun menyadari soft skill yang paling berkembang dalam diri mereka setelah bergabung dengan Sriwijaya Muda adalah kemampuan public speaking. Keduanya mengakui bahwa kepercayaan diri mereka untuk berbicara di depan umum meningkat seperti yang dilansir dari website pencerahnusantara.org, Jumát (4/5) .

Bahkan, Windri yang sudah bergabung sejak Sriwijaya Muda dibentuk pun memenangkan Lomba Video Blog (Vlog) tingkat Provinsi. Berkembangnya kemampuan public speaking mereka merupakan salah satu hasil dari seringnya mereka melakukan edukasi kesehatan remaja kepada adik-adik tingkat SD dan SMP melalui Sriwijaya Muda.

Selain tergabung dengan Sriwijaya Muda, Windri dan Kiki juga pernah aktif di organisasi lain, seperti OSIS, Pramuka, dan Organisasi Rohani Islam sekolah. Namun, bagi mereka, Sriwijaya Muda menawarkan pengalaman yang berbeda, yaitu kesempatan untuk berinteraksi dengan orang tua, pemuda, dan adik tingkat di sekolah.

Aktif dalam kegiatan Sriwijaya Muda juga memberikan dampak positif lain pada diri dua pemuda ini. Mereka mengakui sebelum menjadi anggota Sriwijaya Muda cenderung tidak peduli terhadap isu kesehatan reproduksi dan NAPZA dan hanya mengetahui sebatas bahayanya.

Kini, mereka tahu bahwa dampak dari penyalahgunaan narkoba dan pergaulan bebas sangat berbahaya. Mereka pun berharap dapat meneruskan pengetahuan yang mereka miliki kepada anggota Sriwijaya Muda yang baru bergabung dan dapat terus mengasah keterampilan yang dimiliki para pemuda di Kabupaten Muara Enim.

Ke depan, diharapkan pemuda-pemuda ini dapat melanjutkan estafet perjuangan yang telah Sriwijaya Muda bangun selama dua tahun ini, agar generasi muda di wilayah Sungai Rotan dapat meningkatkan kualitas dirinya dan tidak terjebak pada pergaulan yang salah.

 

Penulis: Fitriana Puspitarani (Pencerah Nusantara VI Penempatan Muara Enim)

“Yang minum obat setiap hari itu tidak hanya kamu. Yang sakit diabetes juga minum obat. Yang hipertensi juga rajin minum obat.” Itulah kata-kata yang Tice sampaikan kepada Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang ia dampingi agar mau rajin terapi dan minum obat. Tice adalah seorang ibu rumah tangga yang berkomitmen menjadi pendamping ODGJ, bukan perawat […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]