× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Bagaimana Tren Desain Interior Rumah Berkelanjutan di 2021?

By Redaksi
Penggunaan Kembali Barang Lama untuk Dekor Rumah. Foto : Inhabitat

MajalahCSR.id – Anda berniat merenovasi rumah di tahun ini? Atau malah mencari inspirasi desain yang dirasa cocok buat tempat tinggal baru?

Pada 2020 kemarin, saat pandemi COVID-19 mulai terjadi, rumah menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas sehari-hari. Semua kegiatan, bahkan bekerja dan anak-anak bersekolah pun dilakukan dari rumah. Keterikatan kita pada rumah menjadi kian melekat. Dan di awal 2021 ini belum ada tanda-tanda pandemi bakal berakhir.

Agar rumah menjadi tempat yang menyenangkan selama pandemi, tak ada salahnya memoles istana kita tersebut. Di bawah ini, mengutip inhabitat, ada tips mengenai tren interior rumah yang tak hanya mempercantik, melainkan juga mendukung prinsip sustainability dan eco-friendly. Salah satunya dengan memaksimalkan ruang yang ada.

Gunakan kembali dekor lama

Kelly Hoppen, salah seorang desainer interior kawakan, mengatakan pada majalah Homes and Gardens, pandemi menyebabkan banyak orang punya pandangan lain terhadap desain. Menurutnya orang kini lebih suka konsep menggunakan kembali, seperti furnitur dan asesoris. Tren ini disebutkan masih berlanjut di tahun ini. Ini ada hubungannya dengan umur panjang produk. Caranya dengan membeli produk mahal yang kualitas dan durabilitasnya teruji (sehingga umur pakai panjang), atau berbelanja di toko barang seken untuk menghemat dana. Yang jelas, selalu ada yang spesial saat berburu barang unik. Apakah itu barang ‘vintag’e atau daur ulang. Inilah cara gampang untuk memilih desain yang ‘sustainable’.  

Elemen alam

Berada di dalam ruang dalam jangka waktu lama pada 2020 lalu, menjadikan kita membutuhkan sentuhan alam di rumah. Tak heran banyak orang yang menyibukkan diri dengan berkebun (popularnya tanaman hobi seperti janda bolong, dan lain-lain) atau merawat tanaman dalam ruang sebagai hobi baru. Salah satu ide yang paling tepat adalah kebun dalam ruang dengan memanfaatkan material organik untuk desain rumah. Menambahkan tanaman di tempat anda memberikan kualitas udara yang lebih baik dan membantu menaikkan mood.

Efisiensi energi

Ini salah satu yang paling mudah. Menggunakan perangkat yang hemat energi adalah cara cerdas untuk ‘menabung’ demi memenuhi kebutuhan desain selanjutnya. Ketika biaya mendesain rumah cukup tinggi saat ini, perangkat yang sangat hemat energi memiliki biaya perawatan yang lebih murah dan ini sangat membantu bujet. Tentu aja, selain itu juga dampaknya sangat baik (langsung atau tidak langsung) pada lingkungan. Sesuatu yang menjadi perhatian dan kepedulian orang-orang selama ini terkait krisis iklim.   

Bahan bangunan berkelanjutan

Kibo, perusahaan konstruksi yang berbasis di Australia menyebut, bahan bangunan ‘organik’, seperti kayu, wol, dan batu adalah pilihan terbaik. Namun, peduli dan mengetahui darimana bahan bangunan tersebut berasal adalah lebih penting. Dengan kian mudahnya mengakses material yang tersertifikasi memudahkan kita mengetahui bahan bangunan yang dibeli berdampak minimal bagi lingkungan.

Ruang modular

Menerapkan konsep modular (contohnya ranjang sekaligus lemari) dalam desain ruang akan memiliki multi dampak. Selain memaksimalkan ruangan yang kecil, juga membutuhkan bahan konstruksi yang tidak banyak. Ini sangat menguntungkan bagi lingkungan sebagai sumber material. Dengan mengaplikasikannya pada rumah anda merupakan teknik penghematan ruang yang sangat mumpuni. Artinya, anda bisa melakukan atau mengeksplorasi banyak hal dalam ruangan yang kecil dan terbatas.

Konsep minimalis

Ruang dan obyek modular juga mempromosikan konsep minimalis. Sebuah konsep gerakan yang makin popular tiap tahun seiring sumberdaya bumi yang juga kian  berkurang. Idenya adalah anda hanya membeli yang paling diperlukan saja dan menghindari pembelian produk sekali pakai. Ini adalah cara terbaik untuk gaya hidup yang lebih berkelanjutan. Menurut Trend Book, desain minimalis adalah inspirasi tertinggi dalam pengertian kemewahan lain. “Ruang yang lebih leluasa menjadi konsep yang lebih diinginkan oleh penggiat dekor. Ruang dengan sedikit furnitur justru adalah inspirasi untuk 2021,” sebut Trend Book.   

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]