× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Ayo Kenali Investasi Berkelanjutan

By Redaksi
Dok. Bhushan-group.org

Jakarta – Majalahcsr. Secara global, indeks investasi berkelanjutan telah berkembang sangat pesat sebagai acuan investasi di pasar modal. Sementara, di dalam negeri, sejak diluncurkan pada Juni 2009 oleh Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI), Index Sustainable and Responsible (SRI)-KEHATI sebagai satu-satunya bentuk green index di Indonesia, mendapatkan respon positif dari pelaku pasar modal.

Meski demikian, di tengah perkembangan positif itu, masih menyisakan satu tantangan, yakni: kesadaran dan pemahaman pemangku kepentingan pasar modal Indonesia mengenai sustainable finance and investment masih relatif kurang.

Direktur Eksekutif Yayasan KEHATI M.S. Sembiring, mengatakan, untuk menjawab tantangan tersebut, perlu ada kesatuan pemahaman istilah invetasi berkelanjutan, seperti green index, sustainable and responsible investment index, socially responsible investment index, dan lain-lain.

“Diperlukan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan pasar modal untuk menghadapi tantangan ini sebagai pedoman investor dalam berinvestasi di berbagai sektor terutama pasar modal,” ujarnya jum’at (8/12).

Dukungan yang bisa dilakukan berupa membangun kesadaran dan pemahaman mengenai keuangan dan investasi berkelanjutan, membuat referensi indeks dengan istilah dan pemahaman yang disepakati oleh seluruh pemangku kepentingan. Selain itu perlu adanya standar pelaporan emiten terkait laporan berkelanjutan.

Otoritas Jasa Keuangan sebenarnya telah mengambil langkah dengan meluncurkan berbagai kebijakan untuk mewujudkan keuangan dan pasar modal yang berkelanjutan di Indonesia, seperti POJK No. 51 /POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan Bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten dan Perusahaan Publik. Selain itu, juga telah dikeluarkan RPOJK tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat Utang Berwawasan Lingkungan (Green Bond), rencana pembentukan Green Index, serta menyusun ASEAN Green Bond Standard.

OJK juga meluncurkan  Peta Jalan Keuangan Berkelanjutan pada Desember 2014. Peta Jalan tersebut sebagai panduan pembangunan keuangan dan pasar modal Indonesia.

“Peta Jalan Keuangan Berkelanjutan 2014 yang dikeluarkan oleh OJK dan kaidah-kaidah Sustainable Development Goals (SDG’s) bisa menjadi acuan bagi para pelaku menghadapi perkembangan investasi berkelanjutan  di Indonesia,” ujar Sembiring.

Lebih lanjut Sembiring, mengatakan, sejak diluncurkan delapan tahun silam, Indeks SRI-KEHATI memiliki kinerjan yang konsisten dan selalu unggul dibanding indeks lain yang ada di bursa, termasuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan Indeks LQ45.

Sampai saat ini telah ada beberapa manajer investasi yang menggunakan indeks ini menjadi basis portfolio investasi reksadana yang mereka kelola, seperti: Indo Premier Investment Management dengan Premier ETF SRI-KEHATI (XISR), RHB Asset Management Indonesia dengan RHB SRI-KEHATI Index Fund, dan beberapa manajer investasi yang sedang dalam tahap finalisasi untuk meluncurkan produk reksa dana yang serupa.

Secara global, peningkatan investasi yang cukup tajam dalam aset yang menganut prinsip-prinsip berkelanjutan atau sustainable financing pun juga terjadi, di antaranya: Principles for Responsible Investment (PRI) – dari USD 6,5 triliun di tahun 2006, menjadi USD 68 triliun per April 2017.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]