× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

AXA Mandiri Sediakan Proteksi Jiwa 35 Ribu Tenaga Kesehatan Senilai Rp 1 Triliun

By Redaksi
Direktur Kepatuhan AXA Mandiri Rudy Kamdani (kiri) bersama Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo (kedua kiri), Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar (tengah), Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M Faqih (kedua kanan) dan Ketua Umum Perawat Nasional Indonesia Harif Fadhillah (kanan) saat simbolis penyerahan asuransi bagi tenaga kesehatan yang menangani kasus penyebaran Covid-19 di Mandiri Club, Plaza Bank Mandiri, Rabu (1/4/2020). Foto : Istimewa

PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) dipercaya oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri) sebagai induk usaha perusahaan dan Kementrian BUMN untuk memberikan proteksi jiwa kepada sekitar 35 ribu tenaga kesehatan yang tengah menangani kasus penyebaran Coronavirus Disease (COVID-19).

Pemberian asuransi secara simbolis dilakukan oleh Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar kepada Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng Mohammad Faqih, serta disaksikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadhillah, Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Hery Gunardi, dan Direktur Kepatuhan AXA Mandiri Rudy Kamdani di Jakarta, Rabu kemarin (1/4/2020).

Atas prakarsa ini, Presiden Direktur AXA Mandiri, Handojo. G Kusuma menyampaikan rasa terima kasihnya ke berbagai pihak termasuk Bank Mandiri dan Kementerian BUMN yang berkontribusi terwujudnya kerja sama. Hal ini menurut Handojo, memberikan AXA Mandiri kesempatan untuk berperan aktif dalam menghadapi tantangan di bidang kesehatan saat ini.

ā€œSebagai bentuk komitmen perusahaan yang bergerak dalam bidang asuransi jiwa, AXA Mandiri menyiapkan perlindungan asuransi jiwa bagi para tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan penanganan COVID-19 di Indonesia,ā€ imbuh Handojo di Jakarta, Jumat (3/4/2020).

Asuransi yang disediakan untuk para tenaga kesehatan tersebut adalah produk asuransi jiwa kumpulan yang memberikan manfaat perlindungan jiwa jika tertanggung meninggal dunia termasuk disebabkan oleh COVID-19.

Berdasarkan data dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) hingga berita ini diturunkan, sebanyak 20% dari sekitar 1.500 tenaga kesehatan yang ada di 132 rumah sakit terinfeksi COVID-19 ketika menangani virus tersebut. Melihat data tersebut, menurut Handojo, layanan proteksi bagi tenaga kesehatan sangat diperlukan supaya memiliki perlindungan diri yang tepat di tengah tingginya risiko, ketika menjalani tugas penanganan COVID-19 di rumah sakit.

ā€œProteksi menyeluruh merupakan dukungan yang diberikan AXA Mandiri bekerja sama dengan Bank Mandiri dan Kementerian BUMN untuk memberikan motivasi kepada para tenaga kesehatan dalam menangani COVID-19. Dengan demikian, mereka dapat memiliki ketenangan pikiran dalam bekerja,ā€ jelasnya.

Melihat situasi yang terjadi saat ini, Handojo mengatakan, di samping perlindungan untuk tenaga medis, AXA Mandiri tetap aktif mengampanyekan pentingnya asuransi sebagai instrumen proteksi diri bagi masyarakat. Salah satunya bekerja sama dengan aplikasi Halodoc agar masyarakat dapat berkonsultasi mengenai kesehatan di mana pun berada. Selain itu, kini produk asuransi yang disediakan perusahaan juga telah dirancang untuk memberikan manfaat khusus bagi nasabah yang terpapar COVID-19 sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]