banner
Ilustrasi Obat Aspirin yang ternyata dapat Meningkatkan Daya Tahan Rumput untuk Restorasi Lahan. Foto : Tempo/Fernandez H
Wawasan

Aspirin Bisa Bantu Tanaman Merestorasi Lahan

1335 views

MajalahCSR.id – Tanaman penutup tanah seperti rumput merupakan elemen penting guna menjadikan tanah tetap sehat pasca alih fungsi lahan industri atau pertanian. Studi pakar tanaman dari Curtin University, Australia, belum lama mengungkap, tanaman rerumputan bisa tumbuh lebih baik dengan penambahan sedikit aspirin.

“Riset kami menemukan fakta bahwa aspirin tak hanya penawar sakit kepala, melainkan juga bisa membantu restorasi lahan dan ekosistem keberlanjutan padang rumput dengan memperbaiki pertumbuhan tanaman dan daya tahannya,” terang Simone Pedrini, pimpinan riset.

Obat yang diketahui dengan sebutan aspirin ini merupakan sintetik dari salicylic acid (asam salisilat), senyawa alami yang dapat ditemukan pada kulit pohon Gandarusa dan pohon lainnya. Mengutip Intelligentliving, riset sebelumnya menyebutkan, senyawa ini memperbaiki daya tahan jika tanaman pertanian mengalami stress, seperti tomat, menyebabkannya lebih kuat. 

Para ahli di Curtin mencoba menerapkan senyawa tersebut pada tanaman liar berharap punya dampak yang sama. Mereka menyelimuti benih dari 3 jenis rumput – Rytidosperma geniculatum, Austrostipa scabra, dan Microlaena stipoides – dengan sedikit konsentrasi senyawa salicylic acid.

Tim lantas melakukan pengujian di sebuah perkebunan Australia Barat. Lokasi di mana tiga jenis rumput tadi tumbuh secara alami. Hasilnya, benih yang terlapisi salicylic acid rata-rata lebih tinggi daya tahannya dan pertumbuhannya lebih cepat dari benih lain yang tak dilapisi senyawa itu.

Kingsley Dixon, anggota tim dan juga bergelar professor menyebutkan, “Riset selanjutnya dibutuhkan untuk menguji manfaat lapisan salicylic acid pada tanaman liar agar tahan pada ancaman kekeringan, suhu ekstrim, penyakit patogen, dan herbisida.”

Lebih jauh lagi, penyepuhan salicylic acid yang dikombinasikan dengan senyawa bermanfaat lain sebaiknya diuji pada tingkatan spesies tanaman yang lebih luas supaya berguna bagi perluasan restorasi lahan. Dampaknya bisa pada pembenihan, pertumbuhan, dan penempatan bibit yang merujuk pada keberhasilan pemulihan tanah.

Riset ini sudah dipublikasikan di jurnal PLOS ONE, pada 9 Juni lalu.

banner