× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Aspal dari Plastik Beracun!

By Redaksi

Jakarta – Majalahcsr. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) diketahui bekerjasama dengan Kementerian Koordinator Bidang Maritim membangun proyek uji coba untuk jalan menggunakan plastik sebagai campuran aspal sebagai salah satu solusi penanganan sampah. Namun hal ini dianggap bukan sebagai solusi mengatasi sampah plastik. Kenapa?

Amanat pengurangan sampah plastik pada Undang-undang No. 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah (UU 18/2008) adalah upaya “pengurangan timbulan sampah”, yang berarti mencegah sampah itu timbul, dengan cara mengurangi konsumsi material dari  hulu. Sedangkan untuk mendorong pemanfaatan plastik untuk campuran aspal tergolong pendekatan hilir (end-of-pipe) dan berpotensi mengganggu aliran daur ulang plastik yang sudah ada.

“Upaya jalan aspal-plastik ini tidak dapat dikategorikan sebagai upaya pengurangan sampah plastik. Karena itu program ini tidak layak untuk  dimasukkan sebagai bagian dari aksi nasional untuk reduksi sampah,” ujar Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI) dalam keterangan resminya jumát (18/8).

Hingga 2019 mendatang, limbah tak terurai ini diperkirakan mencapai 9,52 juta ton atau 14 persen dari total sampah yang ada di seluruh Indonesia. Dari jumlah ini, potensi limbah plastik yang dapat diubah pemanfaatannya menjadi jalan sepanjang 190.000 kilometer.

Kali Gendong, Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.
Dok. Kompas.com

Estimasi ini berdasarkan asumsi plastik yang digunakan sebanyak 2 hingga 5 ton untuk setiap 1 kilometer jalan. Dana yang dibutuhkan untuk mengaspal jalan sepanjang 700 meter tersebut sekitar Rp 600 juta untuk satu kali lapisan dengan ketebalan 4 sentimeter.

Biaya ini jauh lebih murah dengan tingkat stabilitas 40 persen lebih tinggi dibanding aspal tanpa plastik. Pasalnya, jalan dengan aspal tanpa plastik harus dilapisi berulang untuk mencapai stabilitas memadai.

“Hasil sementara ini, aspal dengan tambahan material sampah plastik jauh lebih lengket, secara teknis stabilitasnya pun lebih baik. Keuntungannya akan lebih tahan terhadap deformasi, dan daya lekat tinggi,” tutur Kepala Balitbang Kementerian PUPR Danis Hidayat Sumadilaga seperti yang dikutip oleh KompasProperti, Sabtu (29/7).

Namun AZWI menyamakan pemanfaatan sampah plastik untuk campuran aspal jalan adalah sama dengan memperlakukan jalan sebagai Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Padahal dalam UU 18/2008 mengamanatkan, pemrosesan akhir sampah minimal harus berupa sanitary landfill dengan tujuan agar semua sampah yang tidak dapat didaur ulang, bahkan limbah berbahaya beracun, dikelola secara terpusat dan terisolasi sehingga mencegah penyebaran bahan-bahan pencemar.

Dok. Kompas.com

Pemanfaatan limbah plastik ini diteliti oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian PUPR dan uji coba berlangsung di Bali pada Sabtu 29 Juli 2017 lalu, tepatnya sepanjang 700 meter di Universitas Udayana, Bali. Lokasi tersebut akan dipamerkan  1 pada Forum Pertemuan Tahunan World Bank dan IMF 2018, yang artinya baik atau buruknya program ini  akan menjadi perhatian dunia.

AZWI menilai pemanfaatan sampah plastik menjadi aspal ini merupakan fenomena demam jalan aspal  yang dimulai di India kemudian menjalar ke Indonesia. Sayangnya fenomena ini tidak dibarengi dengan kajian yang matang dan holistik, terutama terkait dengan potensi timbulan, sirkulasi dan proses  daur-ulang berbagai jenis plastik yang sudah ada, solusi latah ini tidak dapat disebut sebagai solusi berkelanjutan dan tidak mencerminkan visi circular economy.

Avatar

Redaksi

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]