× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Aptera Mobil Listrik yang Tak Selalu Butuh Isi Ulang Daya

By Redaksi
Mobil Tenaga Surya Aptera. Foto : Aptera via Intelligentliving

MajalahCSR.id – Tren mobil listrik sudah mewabahi dunia otomotif. Para produsen mobil dunia dan teknologi pun berlomba mendesain dan merakit kendaraan ramah lingkungan dengan penggerak tenaga listrik. Tapi mobil listrik dimaksud apa benar-benar ramah lingkungan? Jawabannya belum tentu. Karena boleh jadi energi listrik yang untuk mengisi ulang daya berasal dari pembangkit listrik bertenaga batu bara. Batubara dikenal sumber energi yang tak berkelanjutan dan sarat polutan.

Perkenalkan, Aptera, mobil listrik bertenaga surya. Mobil yang sepintas mirip pesawat ini memiliki panel surya di bagian atapnya. Tak seperti mobil umumnya, rodanya pun hanya ada 3. Namun bentuk aerodinamis Aptera diklaim sangat baik sehingga anda yang pecinta kecepatan tak bakal kecewa. Mengapa tidak, mobil ini bisa dikebut hingga 110 mil perjam atau 177 km per jam. Cukup cepat untuk ukuran mobil sehari-hari.

Menurut produsennya, panel surya kecil yang berukuran 3 meter persegi, bisa memanen daya listrik yang sangat cukup sehingga kebanyakan pengendara tak perlu isi ulang. Dalam kondisi ideal panel surya tersebut bisa menjalankan motor listrik Aptera sejauh 72 km.

Sementara itu, koefisien udara yang dimiliki adalah 0,13. Semakin kecil koefisien udara maka hambatan udara yang menerpa kendaraan saat berjalan juga kecil. Maka tak heran Aptera dinilai sebagai kendaraan yang sangat efisien, ringan, dan aerodinamis.

Bobot Aptera ringan namun bodinya kuat karena terbuat dari bahan karbon/linen/Kevlar dalam susunan yang disebut konstruksi sandwich. Pilihan jumlah motor penggeraknya banyak. Bisa di ketiga rodanya atau hanya pada dua roda depan. Output dayanya pun hingga 67 daya kuda per motor listrik. Yang menakjubkan akselerasinya, dari 0 – 60 mil per jam (0 – 96 km per jam) hanya butuh 3,5 detik.

Aptera pun dilengkapi batere sehingga tak melulu mengandalkan tenaga surya. Varian batere disebutkan ada 3 opsi mulai dari jarak 250 mil, 400 mil, hingga 600 mil (400 km, 644 km, dan 965 km) untuk sekali isi. Aptera akan mulai bisa direservasi pada 2021. Dengan dana USD 100 calon konsumen sudah bisa mendapatkan daftar tunggu. Adapun harga unitnya mulai dari USD 25.900 dan USD 46.900  atau Rp 365 juta lebih dan 661,3 juta tergantung pilihan model yaitu Aptera Paradigm dan Aptera Paradigm+.

 

Avatar

Redaksi

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]