× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Angka Kematian Ibu dan Neonatal Tinggi, Apa Sebabnya?

By Redaksi
Dok. Ayi

Jakarta – Majalahcsr. Upaya penurunan kematian ibu dan neonatal memerlukan kontribusi dari semua pihak. Sebesar 60% masalah dalam bidang kesehatan dapat diselesaikan dengan perbaikan di sektor non-kesehatan.

Hal ini dikemukakan oleh USAID Jalin Project, sebuah kerjasama antara USAID dengan Pemerintah Indonesia, lembaga donor, masyarakat madani, dan sektor swasta untuk menguatkan dan memobilisasi sumber daya dalam negeri untuk mengakhiri kematian yang dapat dicegah.

Dalam acara pada Rabu, (23/5) tersebut disebutkan bahwa setiap 1 jam, 2 ibu dan 8 neonatal meninggal di Indonesia. Angka kematian ibu di Indonesia mencapai 305 per 10.000 kelahiran hidup (2015) dan angka kematian neonatal mencapai 15 per 1.000 kelahiran hidup (2017).

Indonesia termasuk kedalam 10 negara dengan jumlah kematian ibu dan neonatal yang paling tinggi. Padahal Indonesia juga termasuk ke dalam Negara berpendapatan menengah.

Ira Koesno sebagai pembawa acara menyebutkan bahwa angka kematian ibu dan bayi adalah indikator layanan kesehatan di Indonesia. Semakin banyak angka yang ditunjukkan, maka standar pelayanan minimal (SPM) yang ada patut dipertanyakan.

Ira juga menyebutkan bahwa dari 10 rumah sakit di Indonesia, hanya 2 yang memenuhi SPM. Sedangkan untuk Puskesmas hanya 3, dan rumah sakit swasta hanya 1 yang memenuhi SPM.

 

“Beberapa pihak menganggap (perubahan iklim) sepele. Aku tidak.” Kalimat tegas itu keluar dari mulut gadis remaja 16 tahun asal Swedia bernama Greta Thunberg. Greta adalah representasi dari sedikit remaja yang sangat peduli dengan lingkungan, terutama perubahan iklim. Suatu hari di musim panas lalu, Greta membolos dari sekolah. Greta tak sembarang membolos. Ia duduk manis di […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]