× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Anggaran PON XX Rp 2 Triliun Dialihkan untuk Penanganan Corona di Papua

By Redaksi
Ilustrasi PON XX Papua. Grafis : Istimewa

Situasi pandemi yang belum berakhir, mendorong Presiden Joko Widodo terpaksa mengundurkan perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua pada Oktober 2020 menjadi Oktober 2021.

Pengunduran ini menyisakan ruang fiskal senilai Rp 2 triliun di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Papua 2020. Dana ini lantas dialokasikan untuk biaya penanganan wabah COVID-19. Hal ini ditegaskan Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Papua, Alexander Kapisa.

Sebelumnya anggara tersebut untuk dipakai dalam penyelenggaraan PON XX yang terdiri dari biaya untuk pembukaan, transportasi, akomodasi, konsumsi, peralatan dan penutupan.  

“Karena penyelenggaraan PON diundur sehingga ada ruang terbuka untuk pemerintah daerah untuk melakukan refocusing untuk memenuhi kebutuhan pencegahan covid ini,” ujarnya seperti yang dikutip dari Tempo.

Dalam rapat kabinet terbatas yang dipimpin oleh Presiden Jokowi, kata Alexander, Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal telah menyampaikan anggaran yang telah dialokasikan sebesar Rp 400 miliar ke Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Papua. Ia menyebutkan dengan penundaan PON makanya tersedia anggaran yang bisa di-refocusing untuk melakukan pencegahan Covid-19 yang lebih massif lagi.

“Kita ketahui bersama kondisi Papua jauh berbeda dengan yang lain terutama dari sisi infrastruktur kesehatan,” kata dia.

Menurut dia, kondisi geografis yang menjadi tantangan pencegahan Covid-19 yang bisa berimplikasi kepada pembengkakan anggaran yang dibutuhkan di lapangan. “Sehingga sangat berarti dengan adanya penundaan PON ini, sehingga pemerintah daerah dengan leluasa melakukan refocusing,” kata dia.

Namun, kata Alexander, alokasi anggaran untuk pembangunan venue tetap sesuai peruntukkan dan tidak mengalami realokasi dan refocusing. Ia menjelaskan dalam APBD Papua 2020 terdapat dua pos anggaran untuk PON yakni persiapan dan penyelenggaraan.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]