× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Ancaman Serius: Industri Daging Akan Lantak Bila Lambat Tangani Perubahan Iklim

By Redaksi
Peternakan Sapi. Foto : sueddeutsche.de

Industri peternakan dan pengolahan daging harus mengadopsi kebijakan terkait perubahan iklim.  Mereka harus memiliki cara alternatif bisnis jika tak ingin mengalami kehancuran. Pernyataan ini dikeluarkan oleh sekelompok investor yang beraset USD 20 triliun.

Seperti yang diberitakan reuters.com, para pembuat kebijakan dan investor memunculkan isu ini dalam rangka menyambut konferensi iklim di Glasgow, Skotlandia, November mendatang. Selain itu, mereka juga berusaha mencari solusi untuk kebijakan mitigasi terhadap industri peternakan dan pengolahan daging.  

Utusan Perserikatan Bangsa Bangsa untuk perubahan iklim, Mark Carney mendorong semua perusahaan untuk menggunakan kerangka penilaian resiko (risk-assessment framework). Kerangka penilaian ini dirancang dan didukung oleh G20 terkait “Financial Stability Board’s” dari Tim Satuan untuk Penyebaran Informasi Finansial terkait Iklim/ Taskforce on Climate-related Financial Disclosures (TCFD).

Sebagai salah satu kontributor terbesar emisi karbon global, melalui deforestasi dan gas metan dari ternak, sektor industri pengolahan daging menghadapi ancaman serius. Meskipun begitu, belum ada tindakan nyata dari sektor ini untuk menanggulanginya. Demikian disebutkan kelompok investor tersebut (FAIRR).

“Investor dapat melihat hal yang tak terhindarkan di sektor pengolahan daging bahwa mereka harus secepatnya menyesuaikan (kebijakan bisnis) dengan perubahan iklim. Bila tidak, mereka harus siap menghadapi kehancuran di tahun-tahun mendatang,” kata Jeremy Coller, pendiri FAIRR dan kepala investasi di Coller Capital.

Kelompok, dimana termasuk Allianz Global Investor dan Aberdeen Standard Investment, mengatakan, sebenarnya sudah ada skenario model analisis online, yang merujuk pada kerangka TCFD. Model ini bisa dijadikan para investor untuk menilai portfolio resiko perusahaan.

Jika kebijakan tidak dilakukan oleh perusahaan, maka akan ad akonsekuensi yang dihadapi. Diantaranya adalah menurunkan assert perusahaan yang menurun pada 2050, demikian dikatakan kelompok FAIRR.  

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]