× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Anak Muda Mulai Sadar Ekonomi Berkelanjutan

By Redaksi
Dok. Solidwastemag.com

Jakarta – Majalahcsr. Pelaku bisnis perlu mengantisipasi dan beradaptasi dengan kemungkinan adanya dampak pergeseran global menuju ekonomi sirkular. Ekonomi sirkular yang dimaksud adalah serangkaian produksi melalui desain ulang, penggunaan kembali dan daur ulang produk dan material.

Saat ini, Chairman EuroCham Indonesia, Mark Magee dalam rilis mengatakan bahwa prioritas konsumen berubah dan perkembangan teknologi telah memfasilitasi meningkatnya sharing economy dan konsumsi kolaboratif. Pasalnya pada 2025, 75% dari angkatan kerja global akan menjadi generasi millennial yang lebih mudah menerima konsep dalam mengakses layanan daripada memiliki produk.

Penelitian oleh Nielsen menemukan bahwa kebanyakan kaum millennial akan bersedia membayar lebih untuk menggunakan barang-barang yang diproduksi secara berkelanjutan.

“Kami telah menyaksikan banyak bisnis di Uni Eropa yang mengubah model bisnis mereka menjadi lebih sirkular. Karena negara-negara berkembang semakin terlibat dalam rantai nilai global, kebutuhan untuk merangkul model bisnis yang mengedepankan kelestarian lingkungan akan semakin dibutuhkan,” jelas Mark, Jum’at (26/10).

Kaum muda otomatis menjadi agen perubahan dalam membentuk dunia ekonomi sirkular. Terbukti, tahun ini sekitar 200 pemuda bergabung EU-Indonesia Business Dialogue tahun ini (EIBD) 2018, yang pertama kali dimulai pada tahun 2009 sebagai inisiatif dari Uni Eropa dan Pemerintah Indonesia. Ini merupakan tahun pertama EIBD dalam melibatkan kelompok pemuda sebagai sebuah pengakuan bahwa generasi muda memiliki peranan penting di masa depan Indonesia.

Indonesia berkomitmen untuk mengurangi 30% limbah padat pada tahun 2025 dan 70% penanganan limbah (dibandingkan dengan bisnis seperti biasa), yang berarti nol kebocoran yang tidak direncanakan di lingkungan, dibandingkan dengan 28% (18,5 juta ton) pada tahun 2017. Ekonomi sirkular berpotensi berkontribusi US$ 4,5 triliun1 pada dekade berikutnya ke ekonomi global dan melindungi lingkungan yang semakin rentan.

[contact-form-7 404 "Not Found"]