× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Amazon Catat Rekor Bangun 26 Proyek Energi Terbarukan di 8 Negara

By Redaksi
Proyek Pembangkit Energi Tenaga Angin Milik Amazon. Foto : Amazon

MajalahCSR.id – Bulan Desember 2020, perusahaan retail dan raksasa teknologi asal Amerika, Amazon mengumumkan pembangunan proyek 26 tenaga angin dan surya. Pembangunan ini mencatatkannya sebagai perusahaan terbesar di dunia dalam hal pembangunan infrastruktur energi terbarukan. Lokasi proyeknya tersebar di 8 negara, yaitu Inggris, Swedia, Afrika Selatan, Itali, Jerman, Perancis, dan Australia dengan kapasitas listrik mencapai 3,4 gigawat (GW).

Proyek ini menjadikan total jumlah proyek energi terbarukan di dunia pada 2020 sebanyak 35 proyek atau setara 4 GW, dan merupakan yang terbesar dibanding tahun-tahun sebelumnya. Amazon sejauh ini sudah berinvestasi hingga 6,5 GW terkait proyek energi terbarukan.  

Sementara itu, Google lebih dulu dikenal sebagai perusahaan yang membangun proyek sejenis terbesar yaitu 5,5 GW, termasuk pada 2019 lalu yang mencatatkan pembangunan proyek 1,6 GW. Namun angka tersebut kini mampu dilewati Amazon.

“Amazon membantu penanganan perubahan iklim global secara cepat dengan menggunakan energi terbarukan dalam operasional bisnis. Dengan total 127 proyek tenaga angin dan surya, Amazon sejauh ini menjadi perusahaan terbesar dalam pembangunan proyek energi terbarukan. Kami dalam rencana mengadaptasi 100% energi terbarukan dalam perusahaan pada 2025, atau 5 tahun ke depan dari target 2030. Ini adalah salah satu langkah dari banyak langkah yang kami lakukan terkait kebijakan iklim,” cetus pendiri dan CEO Amazon, Jeff Bezos.

Proyek tersebut bakal memasok energi bersih ke seluruh kantor pusat perusahaan, kantor cabang perusahaan, dan pusat layanan data Amazon, yang menangani jutaan pelanggan di seluruh dunia. Amazon juga dikabarkan mendorong perusahaannya menuju tercapainya target nol emisi karbon pada 2040. Selain itu, perusahaan yang berbasis di Seattle, AS, ini sudah membeli 100.000 unit kendaraan listrik untuk menunjang pengiriman produknya di seluruh dunia.  

Amazon pada awalnya menginvestasikan dana USD 2 miliar untuk program iklim mereka. Setelah itu, sang pemilik, Jeff Bezos menambahkan dana USD 10 miliar dari kantong pribadinya.

Pada 2019, emisi gas rumah kaca disebut naik hingga 15%, dan tahun 2020 kemarin diperkirakan kian memburuk seiring kebiasaan belanja online warga dunia di masa pandemi.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]