× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Allianz : Kepercayaan Nasabah untuk Keberlanjutan Usaha.

By Redaksi
Dok. Allianz

Jakarta – MajalahCSR. Untuk keberlanjutan bisninya, Allianz Life memiliki tiga jalur distribusi dalam menjangkau nasabah, yakni keagenan, pemasaran melalui bank (bancassurance) dan Allianz Health & Corporate Solution (AHCS) yang fokus pada pemenuhan kebutuhan nasabah asuransi kumpulan.

Secara umum, strategi pemasaran multi-distribusi berperan penting dalam menyokong pertumbuhan perusahaan. Bisa dilihat pada tahun 2016, jalur distribusi bancassurance merupakan kontributor terbesar atas pendapatan premi bruto perusahaan dengan komposisi 51% diikuti oleh keagenan sebesar 40% dan AHCS sebesar 9%.

“Kami ingin sebanyak mungkin masyarakat Indonesia dapat merasakan manfaat memiliki asuransi, oleh karenanya, di sektor ritel kami mengembangkan bentuk kerja sama strategis dengan para mitra pemasaran”, ujar Country Manager & Direktur Utama Allianz Life Indonesia, Joachim Wessling dalam keterangan resminya senin (25/4).

Hal ini tidak hanya mendatangkan keuntungan bagi kedua belah pihak, namun sangat mampu memberikan nilai tambah bagi para nasabah mitra bisnis perseroan. Berbagai inovasi berbasis teknologi terus dikembangkan untuk menghadirkan pengalaman bertransaksi yang cepat, akurat, nyaman dan aman bagi nasabah.

PT Asuransi Allianz Life Indonesia (“Allianz Life”) yang bergerak di lini usaha asuransi jiwa mencatatkan Pendapatan Premi Bruto Rp 9,09 triliun di tahun 2016, atau meningkat sebesar 3,1% dari Rp 8,82 triliun di tahun 2015. Dari sisi laba bersih (net income), Allianz Life juga mencatat pertumbuhan sebesar 11,6% dari Rp 806 miliar di tahun 2015 menjadi Rp 899 miliar di tahun 2016. Dana kelolaan Allianz Life juga mengalami peningkatan hingga mencapai Rp 27 trilliun di tahun 2016.

Allianz Indonesia mencatat Pendapatan Premi Bruto (Gross Written Premium/GWP) Gabungan (dari lini usaha asuransi jiwa dan umum) sebesar Rp 10,19 triliun di tahun 2016 atau mengalami peningkatan sebesar 1,4% dibandingkan periode yang sama di tahun 2015.

Sampai dengan akhir tahun 2016, Allianz Indonesia mencatat laba bersih gabungan sebesar Rp 837,49 miliar, atau turun sangat tipis sebesar 0,3% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh tantangan yang dihadapi oleh lini asuransi umum di tahun 2016. Sedangkan apabila dilihat dari laju pertumbuhan tahunan majemuk (Compunding Annual Growth Rate) perusahaan secara gabungan selama 4 tahun terakhir, Allianz Indonesia tetap menunjukkan tren positif sebesar +4% untuk pendapatan premi bruto dan +17% untuk laba bersih. Total aset gabungan Allianz Indonesia juga mengalami peningkatan sebesar 8,0% dari Rp 29,77 triliun di tahun 2015 menjadi Rp 32,17 triliun di tahun 2016.

“Pertumbuhan yang terjadi adalah berkat upaya kami untuk selalu menjaga kepercayaan lebih dari 7 juta tertanggung dan memberikan pelayanan yang prima dalam memenuhi kebutuhan pengelolaan risiko keuangan mereka. Oleh karenanya, bahkan di tengah-tengah kondisi pasar yang penuh tantangan, jumlah nasabah kami mengalami peningkatan,” ujar Joachim.

Bisnis asuransi umum terus genjot pertumbuhan dari segmen ritel
Pada tahun 2016, PT Asuransi Allianz Utama Indonesia (“Allianz Utama”) mencatatkan Pendapatan Premi Bruto sebesar Rp 1,09 triliun atau turun sebesar 10,8% dibandingkan tahun 2015. Sementara itu, laba operasional juga mengalami penurunan sebesar Rp 46,55 miliar pada tahun 2016. Penurunan ini disebabkan antara lain oleh kondisi pasar yang menantang bagi bisnis asuransi umum di tahun 2016.

Di sisi lain, fokus perusahaan di segmen ritel (asuransi kendaraan, kecelakaan diri, properti dan asuransi perjalanan) terus mengalami pertumbuhan seperti yang diharapkan. Hal ini ditunjukkan dari laju pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) segmen ritel selama 4 tahun terakhir sebesar 15,4%. Secara keseluruhan di tahun 2016, segmen ritel Allianz Utama mengalami pertumbuhan sebesar 13%.

Pertumbuhan yang dicapai tidak lepas dari kuatnya kepercayaan nasabah, khususnya dari segmen ritel. Hal ini juga terlihat dari jumlah polis dari seluruh lini usaha asuransi umum yang mengalami peningkatan sebesar 54,4%, dari 84.843 polis pada tahun 2015 menjadi 130.964 polis pada tahun 2016.

Segmen ritel saat ini memiliki karakteristik yang mengutamakan pada aksesibilitas, konektivitas, kecepatan dan keakuratan. Untuk dapat memenuhi hal tersebut, Allianz Utama terus meningkatkan berbagai proses layanan yang berbasis digital. Selain melengkapi para tenaga pemasarannya dengan portal layanan digital, kini calon nasabah asuransi kendaraan juga dapat mengakses halaman web khusus dimana nasabah dapat menghitung sendiri premi asuransi dan mendapatkan penawaran premi asuransi kendaraan yang diinginkan.

“Terlepas dari kondisi pasar yang senantiasa mengalami perubahan, komitmen kami untuk mempertahankan kepercayaan nasabah tidak pernah berubah,” ujar Presiden Direktur Allianz Utama Indonesia, Peter van Zyl.

Meskipun Allianz Utama akan tetap mempertahankan keberadaannya di bidang komersial, namun perseroan melihat segmen ritel sebagai segmen yang potensial dan dapat menjangkau lebih banyak nasabah lagi. Untuk itu, perseroan berkomitmen terus membangun landasan digital dan meluncurkan beragam inovasi untuk meningkatkan layanan kepada mitra bisnis dan nasabah. Allianz Utama juga terus memperkuat kemitraan strategis, khususnya di bidang ritel, agar dapat membuat lebih banyak masyarakat merasakan manfaat berasuransi.

“Beberapa pihak menganggap (perubahan iklim) sepele. Aku tidak.” Kalimat tegas itu keluar dari mulut gadis remaja 16 tahun asal Swedia bernama Greta Thunberg. Greta adalah representasi dari sedikit remaja yang sangat peduli dengan lingkungan, terutama perubahan iklim. Suatu hari di musim panas lalu, Greta membolos dari sekolah. Greta tak sembarang membolos. Ia duduk manis di […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]