× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

Alice + Whittles Luncurkan Sepatu dari Kulit Jok Bekas Mobil Mewah

By Redaksi
Alice Whittles Rilis Sepatu dari Kulit Jok Bekas Mobil Mewah

Selain menggunakan bahan hewani, kulit dari jok mobil rusak seringkali berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA). Tergerak untuk memanfaatkan limbah tersebut, sebuah perusahaan sepatu asal Kanada, Alice + Whittles baru saja meluncurkan sepatu terbarunya yaitu Minimalis Luxa yang terbuat dari kulit jok mobil bekas yang telah didaur ulang.

Dilansir dari Inhabitat, bahan pembuatan sepatu Minimalis Luxa ini berasal dari limbah kulit jok mobil bekas mewah Eropa. Tak heran, meskipun terbuat dari limbah kulit daur ulang, sepatu ini tetap menawarkan kemewahan dan kualitas tinggi.

Adapun bahan lain yang digunakan oleh Alice + Whittles untuk membuat sepatu kulit ini seperti terletak pada lapisannya yang berbahan dasar tumbuhan karena pembuatnya ingin mengurangi ketergantungan pada petrokimia. Selain itu, Alice + Whittles menggunakan bahan lilin kapas untuk membuat tali sepatunya.

Sedangkan untuk proses produksi sepatu Minimalis Luxa, Alice + Whittles telah mempekerjakan pekerja lokal di pabrik sepatu Porto, Portugal dan membayar upah yang layak sesuai dengan kode keselamatan tempat kerja Eropa.

Foto : aliceandwhittles.com

“Kami tidak mencoba untuk membawa lebih banyak barang ke pasar – tetapi barang-barang yang ada aspek fungsionalnya, bahwa ada kebutuhan pasar dan bahwa kami dapat membangun sesuai dengan etos kami. Kami menyempurnakan model manufaktur yang benar-benar berusaha untuk mengurangi kerusakan sesedikit mungkin terhadap lingkungan dan membantu memberdayakan masyarakat sekitar sambil membuat mode kontemporer, fesyen yang dapat diakses dan disukai orang-orang.” Sofi Khwaja, co-founder Alice + Whittles.

Industri Fesyen

Khwaja dan rekannya Nick Horekens pertama kali mendirikan Alice + Whittles pada tahun 2015. Mereka tertarik pada fesyen dan bertanya-tanya apakah mereka dapat membuat industri yang terkenal ekstraktif dan kejam ini sedikit lebih adil.

“Industri ini matang dengan praktik-praktik manufaktur yang tidak etis dan destruktif – memengaruhi pekerja pribumi dan lingkungan alam – dan tampaknya tidak terlalu memedulikan limbah yang dihasilkan dari industri fast fashion. Merek kami memadukan prinsip-prinsip kemanusiaan dengan desain modern dan bersih.” ujar salah satu perwakilan dari Alice + Whittles sebagaimana dikutip dari Inhabitat.

Sepatu Minimalis Luxa dijual dengan harga $ 160 per pasangnya dengan pilihan antara sol karet putih atau hitam. Selain menjual sepatu kulit model sneaker, Alice + Whittles juga menjual sepatu boot Ankle Rain yang berbahan dasar karet alam dari hutan yang dikelola secara berkelanjutan di Sri Lanka.

Sumber:
https://www.greeners.co/gaya-hidup/alice-whittles-luncurkan-sepatu-dari-kulit-jok-bekas-mobil-mewah/

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]