× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Aksi Cepat Tangani Malnutrisi Lombok

By Redaksi

Selain menimbulkan 563 korban jiwa melayang, gempa Lombok juga mencatat kerugian materil yang tak kecil. BPNPB memperkirakan, nilai kerusakkan akibat gempa mencapai Rp. 12,15 triliun rupiah. Berbicara soal dampak, bencana alam selalu meninggalkan banyak masalah sosial. Diantaranya kekurangan air bersih dan timbulnya anak-anak yang kekurangan gizi atau malnutrisi.

Sudah empat bulan, warga Lombok hidup suasana pasca gempa. Di tengah upaya untuk bangkit, masyarakat yang berada di Lombok Timur  masih butuh bantuan pangan dan kesehatan. Aksi Cepat Tanggap sebuah lembaga organisasi kemasyarakatan meluncurkan program Bengkel Gizi Terpadu (BeGiTu). Program ini menyasar anak-anak korban gempa yang butuh asupan bergizi di Lombok. Program ini didukung dana zakat masyarakat Indonesia yang disalurkan melalui Global Zakat – ACT.

Di Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, NTB, ACT menggelar program BeGiTu pertama kali pada pertengahan Nopember lalu. Ratusan anak yang terindikasi gizi buruk maupun gizi kurang pun hadir untuk mendapatkan pelayanan gizi terpadu. Bersama para orang tua, anak-anak itu melakukan penimbangan bobot tubuh sekaligus pemeriksaan kesehatan.  Dari 129 anak yang diperiksa, sebanyak 36 anak terindikasi gizi buruk, sementara 56 sisanya terindikasi gizi kurang.

Tim BeGiTu melakukan pendampingan pada masyarakat, mulai dari aksi penimbangan dan konsultasi gizi selain anak-anak akan mendapat paket pangan bergizi secara gratis. Hal ini semua dilakukan demi pemulihan gizi anak-anak tersebut. Para orang tua pun dilibatkan langsung dalam program pemulihan gizi anak-anak mereka.  Selain itu, para orang tua diberikan wawasan soal pola hidup sehat, pola asuh anak yang baik, soal air dan sanitasi lingkungan.

Tak lupa untuk upaya memberdayakan, orang tua diberikan modal dan pelatihan keterampilan, sehingga mereka dapat segera berdikari untuk menafkahi keluarga.  Program ini diharapkan bisa mengurangi jumlah malnutrisi pada anak sebagai korban dari bencana gempa beberapa waktu lalu dan juga menggerakkan kembali kondisi ekonomi sosial masyarakat Lombok.

“Yang minum obat setiap hari itu tidak hanya kamu. Yang sakit diabetes juga minum obat. Yang hipertensi juga rajin minum obat.” Itulah kata-kata yang Tice sampaikan kepada Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang ia dampingi agar mau rajin terapi dan minum obat. Tice adalah seorang ibu rumah tangga yang berkomitmen menjadi pendamping ODGJ, bukan perawat […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]