× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Akhirnya Ditemukan Cangkir Bioplastik ‘Compostable’ Tahan Panas

By Redaksi
Masoud Razavi (kanan), Shi-Qing Wang, Ph.D., (tengah), dan Siswa Ph.D Ilmu Polimer Travis Smith (kiri) Memegang Prototipe Plastik PLA yang Berisi Air Mendidih. Foto : University of Akron

MajalahCSR.id – Bioplastik adalah material plastik yang terbuat dari biomassa dibanding minyak mentah dan gas alam. Jenis plastik ini jelas lebih ‘hijau’, namun sayangnya tidak sekuat dan sefleksibel plastik konensional. Kekurangan lainnya: tak tahan panas.

Beruntung, sejumlah pakar dari Universitas Akron (UA) di Ohio, Amerika Serikat, menemukan solusi atas masalah ini. Temuannya berupa bioplastik yang tahan panas, sehingga diharapkan bisa mengganti peran plastik konvensional yang membahayakan lingkungan.  

Shi-Qing Wang, doktor tim riset laboratorium UA memusatkan risetnya pada upaya efektif mengubah bahan polimer yang rapuh menjadi lebih kuat dan fleksibel. Tim riset kemudian mengembangkan prototipe dari bahan yang disebut polylactic acid atau PLA berupa cangkir (cup). Melalui serangkaian eksperimen, akhirnya ditemukan formulasi yang membuatnya super kuat, transparan, dan tak menciut atau berubah bentuk saat dituang air mendidih.   

“Plastik sudah menjadi bagian yang lekat dengan kehidupan, meski sulit terurai dan mengotori lahan. Meski sudah ada bahan alternatif plastik yang bisa terurai (biodegradable/compostable) seperti PLA, tetapi masih rapuh dan sulit menandingi kekuatan plastik konvensional seperti PET yang berbahan polimer minyak fossil,” tutur Wang.  

PLA adalah salah satu bahan bioplastik yang popular digunakan untuk kemasan dan perkakas karena biaya produksi yang murah.  Namun sebelum penemuan Wang dan tim, PLA diproduksi secara terbatas karena sifatnya yang tak cocok dipakai pada suhu tinggi. Terobosan Wang ini pun diharapkan bakal memperluas pasar PLA.  

Tim periset merekayasa struktur rumit molekul PLA untuk menghasilkan elemen tahan panas dan fleksibel. Material PLA baru yang dihasilkan tersusun dari ikatan molekul bersama seperti jalinan lembaran spaghetti. Untuk menjadikannya tahan panas, periset memastikan proses kristalisasi tidak mengganggu struktur jalinan molekul. Alhasil, plastik PLA ini bisa menampung teh atau kopi panas.

Ramayani Narayan, professor di Michigan State University dan pakar bioplastik luar angkasa, mengatakan, PLA adalah polimer terkemuka yang terbuat dari 100 persen bahan alami dan bisa terurai. Tapi sayangnya, PLA tak tahan suhu tinggi. Strukturnya akan melunak dan hancur pada suhu 140°F (60°C). Kondisi ini membuatnya sukar menggantikan peran plastik konvensional yang bisa menahan panas makanan dan juga wadah makan sekali pakai.

“Studi Dr. Wang terbukti membuat terobosan teknologi karena prototipe hasil eksperimennya berupa PLA yang tangguh, transparan, dan sangat tahan pada air mendidih,” salut Narayan.   

 

Avatar

Redaksi

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]