× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Ahli Meteorologi : Peluang Kenaikkan Suhu Meningkat 40% di Lima Tahun Mendatang

By Redaksi
Ilustrasi Kenaikkan Suhu Global. Foto : Sean Hurley/Pixabay

MajalahCSR.id – Hari ini suhu di dunia mengalami kenaikkan 1,2°C (2,2°F) dibanding sebelum era industrial atau meleset 0,3°C dari target perjanjian iklim Paris. Padahal, perjanjian adalah kesepakatan dunia internasional untuk menjaga kenaikkan suhu tetap di bawah 2°C dari standard acuan era sebelum industri yaitu 1,5°C. Hal ini mustahil terwujud jika semua pihak tak mengindahkan rambu kesepakatan dalam perjanjian tersebut. Semua pemangku kepentingan tanpa kecuali harus mengurangi emisi gas rumah kaca untuk mencapai target yang disepakati.

Pada 27 Mei 2021, World Meteorological Organization (WMO) atau Organisasi Meteorologi Dunia merilis prakiraan suhu dalam 5 tahun ke depan. WMO menyebutkan, terdapat peluang 40% bagi kondisi kenaikkan suhu hingga batasan maksimum 1,5°C.

Tahun lalu, mengutip Intelligentliving, ahli meteorologi WMO memperkirakan peluang kenaikkan suhu jauh lebih kecil; hanya 20%. Teknologi disebut berperan dalam peningkatan peluang tersebut menjadi dua kali lipat. Pemakaian peralatan teknologi terbaru berdampak peningkatan temperatur “lebih dari dugaan sebelumnya”, terutama jika mengamati kondisi wilayah kutub bumi.

Ilmuwan Iklim, Leon Hermanson, yang juga turut membantu upaya prediksi itu, saat di United Kingdom’s Met Center menegaskan, “Situasinya sudah mengharuskan kita mengambil tindakan yang serius.”

Prakiraan di tahun ini saja memperlihatkan suhu sebagian besar daratan bumi utara sudah menghangat hingga 0,8°C. Termasuk dampaknya berupa kekeringan di wilayah barat daya AS yang akan terus berlangsung.

Sementara ilmuwan iklim Michael Mann dari Pennsylvania State University, menjelaskan, sekiranya kenaikkan suhu dalam satu atau dua tahun di bawah 1,5°C, hal ini tak jadi masalah. Yang menjadi kekhawatiran adalah seluruh tren kenaikkan suhu berada di atas level tersebut. Sayangnya, orang-orang yang berpemahaman seperti Mann tidaklah banyak, sehingga bumi tetap akan melewati  ambang suhu pemanasan global. Setidaknya untuk sekali dalam beberapa tahun mendatang. Namun untuk sekedar mengingatkan, situasi ini sebenarnya masih bisa dicegah untuk terjadi dalam beberapa dekade ke depan.

Riset lain mengungkapkan, satu pertiga dari warga bumi akan menghadapi “panas ekstrim” dalam rentang lima dekade ke depan, bila dunia tak mengurangi emisi gas rumah kaca. Hal ini sudah mulai terjadi saat ini. Pada 25 Juli 2019, lebih dari 200 orang di Inggris meninggal karena sengatan panas ekstrim, dan hari itu merupakan hari terpanas yang tercatat dalam sejarah Inggris.  

Dekade terakhir, yaitu 2010 – 2019 adalah bukti di mana krisis iklim makin meningkat. Peningkatan suhu di periode tersebut tercatat sangat tinggi. Namun memang, sejak dekade 1980-an suhu bumi kian hangat dibanding waktu sebelumnya. Sejak 2013, suhu tercatat memanas secara kentara. Ada 3 periode tahun yang dianggap paling panas, yaitu 2015, 2016, dan 2019.

Contohnya, suhu Samudera Atlantik saat ini adalah yang terpanas sejak 2.900 tahun lalu. Ini belum termasuk runtuh dan hilangnya beberapa gunung dan daratan es di Antartika, salah satunya Eagle Island yang kehilangan lapisan es mencapai 1 inci hanya kurun sehari. Badan Iklim PBB, IPCC menyebut, lautan menyerap dampak pemanasa global dari gas rumah kaca hingga 93%. Dampaknya diperkirakan akan banyak terjadi badai besar yang menghancurkan terutama di Samudera Atlantik.

Sebagai catatan, tahun pertama yang disebutkenaikan suhunya mencapai lebih dari 1°C dari rata-rata 1850 hingga 1900 adalah di tahun 2015. Emisi gas rumah kaca kini masih terjadi bahkan meningkat, tanpa ada tanda-tanda penurunan. PBB belum lama ini mempublikasikan riset, yang mengindikasikan emisi karbon tahunan kini sudah meningkat 4% dari 2015 lalu, ironisnya, tahun di mana kesepakatan iklim Paris disahkan.  

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]