× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

AFPI Bersama OJK Edukasi Fintech Lending ke Mahasiswa Gorontalo

By Redaksi
OJK Goes to Campus 2019

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mengadakan seminar pemahaman soal industri peer-to-peer lending (P2PL) dan fintech lending. Seminar ini merupakan bagian dari program OJK Goes to Campus. Edukasi pemahaman dan inklusi keuangan ini diberikan kepada mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai, Gorontalo.

Ketua Umum AFPI Adrian Gunadi mengatakan, OJK Goes to Campus di Gorontalo masih dalam rangkaian Fintech Days 2019 yang ditujukan kepada mahasiswa. Tujuannya untuk menekankan pemahaman bahwa generasi muda khususnya civitas akademika memiliki peran sentral untuk kepemimpinan dan pengendali ekonomi di masa depan.

OJK Goes to Campus 2019

“Gorontalo menjadi salah satu daerah di Indonesia yang berpotensi untuk pengembangan ekonomi digital guna mewujudkan inklusi dan pemerataan literasi keuangan di era Industri 4.0. Kehadiran AFPI melalui edukasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar dengan turut mendorong pemerataan akses keuangan. Utamanya bagi masyarakat yang belum terjangkau lembaga keuangan formal melalui P2PL dan fintech lending,” ujar Adrian di acara OJK Goes to Campus di Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai, Gorontalo, Jumat (25/10/2019).

Menurut Adrian, keberadaan fintech lending dapat dijadikan pilihan mahasiswa atau kaum milenial untuk mengelola keuangannya agar lebih produktif. Berdasarkan data OJK per 31 Mei 2019, mayoritas pemberi pinjaman (lender) untuk fintech lending merupakan kaum milenial yang berusia 19-34 tahun (70%). Sedangkan 27%  merupakan masyarakat golongan usia 35-54 tahun, dan sisanya golongan usia lain-lain.

OJK Goes to Campus 2019

“Kami ingin mendorong peran mahasiswa untuk terlibat aktif dalam meningkatkan ekonomi digital melalui pemanfaatan P2PL maupun fintech lending. Dengan itu kami berharap dapat memberikan inspirasi kepada generasi muda dalam mengembangkan kreativitas untuk membangun ide bisnis yang inovatif dan sustainable,” tambah Adrian.

Kegiatan ini juga diharapkan memberikan pemahaman civitas akademika dalam mempersiapkan diri menghadapi revolusi industri 4.0. Selain tentunya mengenalkan industri Fintech Lending sebagai akses pendanaan di era ekonomi digital ini. Materi seminar Revolusi Industri 4.0 dan Fintech Lending : “Peluang dan Tantangan untuk Dunia Kampus” disampaikan oleh OJK, AFPI dan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis IAIN Sultan Amai. Hadir pula sejumlah pelaku industri Fintech diantaranya Dhanapala, Kredivo, PinjamanGo, FinanKu, Finplus & Finmas.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pengaturan, Perizinan, dan Pengawasan Fintech OJK Hendrikus Passagi menjelaskan, OJK Goes to Campus di Gorontalo bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Gorontalo, terutama civitas akademika, dalam memanfaatkan fintech lending secara optimal, memahami risiko dalam transaksi pinjaman online, dan mendorong tingkat aktif masyarakat dalam melindungi diri dari keberadaan fintech legal.

OJK mencatat per Agustus 2019 terdapat 127 pinjaman daring yang telah terdaftar dengan 13 diantaranya mendapat status berizin di OJK. Hingga saat ini jumlah penyaluran pinjaman fintech lending di Gorontalo baru mencapai Rp 72,43 miliar dari total nasional yang mencapai Rp 54,7 triliun.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]