× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Ada Apa Dengan Kulit Pisang?

By Redaksi
Buah dan Kulit Pisang. Foto : Inhabitat/Istimewa

MajalahCSR.id – Apa yang ada dalam benak ketika menyebut kulit pisang?  Komedian yang memakainya buat bahan lawakan ‘slapstick’? Atau justru merasa dongkol karena pernah ‘dikerjai‘ kulit pisang?

Buah pisang memang termasuk buah sejuta umat. Kebanyakan orang menyukai buah tropis ini lantaran rasa manisnya. Namun, buah ini ironisnya meninggalkan masalah lingkungan. Apa yang anda lakukan dengan kulitnya setelah buahnya dimakan?

Mengapa perlu diperhatikan?

Kulit pisang ternyata mengandung gas metana. Celakanya, gas ini 84 kali lebih berdampak buruk bagi bumi dibanding karbon dioksida.

Di Indonesia (menurut pusat data dan sistem informasi pertanian 2016 Bappenas) konsumsi buah pisang pada 2020 lalu diprediksikan mencapai 1.506.153 ton. Angka ini juga berarti jumlah gas metana yang massif dari kulit pisang. Tapi jangan khawatir, ada beberapa cara untuk mengolah kulit pisang agar tak ‘menecderai’ bumi.

Kulit pisang sebagai pupuk dan kompos

Jika anda hobi berkebun, kulit pisang bisa sangat menguntungkan buat anda. Ikat kulit pisang lalu masukan ke dalam tanah sebagai pupuk bagi tanaman tomat. Kulit pisang secara perlahan akan berubah jadi pupuk yang menutrisi tanaman sebagai fosfor. Air rendaman kulit pisang juga bermanfaat untuk menyirami tanaman dalam ruang. Caranya ambil satu bagian air kulit pisang (yang direndam satu malam), campurkan dengan 4 bagian air biasa.      

Selain itu, kulit pisang bisa dijadikan tambahan kompos karena kaya nutrisi. Kulit pisang akan lebih mudah berubah jadi kompos. Kulit pisang juga dapat dijadikan pakan ternak. Bila anda beternak ayam, kelinci, atau sejenisnya, kulit pisang kering yang sudah dihaluskan adalah salah satu pakan yang cocok buat mereka.   

Tanaman anda terserang kutu daun? Potong dua atau tiga kulit pisang. Gali lubang satu inci dalam tanah dekat bagian tanaman yang rusak. Semut dan kutu akan memilih kulit pisang dibanding tanaman kesayangan.  

Obat dan keperluan rumahan

Jika kulit anda gatal karena gigitan serangga, ruam diakibatkan terpapar poison ivy (sejenis tumbuhan semak), kulit pisang bisa menjadi pereda. Gosokkan bagian dalam kulit pisang langsung pada permukaan kulit yang bermasalah. Maka, gatal pun bakal perlahan menghilang.

Kulit pisang bahkan bisa berfungsi sebagai pengilap atau semir alami. Gosokkan bagian luar kulit pada sepatu, furniture kulit. Setelahnya basuh dengan air. Terkena serpihan kecil pada kulit? Tempelkan kulit pisang pada permukaan kulit, dan biarkan 30 menit. Enzim dari kulit pisang secara alami menarik serpihan ke permukaan kulit sehingga mudah disingkirkan.

Kulit pisang juga bisa untuk perawatan kulit harian. Bisa menyamarkan bekas luka, dan terapi jerawat alami. Caranya, gosokkan langsung pada kulit wajah. Diamkan 10 menit setelah itu basuh muka anda dengan lembut. Lakukan setiap hari, dalam seminggu atau dua minggu, hasilnya akan terlihat.  

Mengolah kulit pisang jadi makanan

Kulit pisang jadi makanan? Kenapa tidak. Kulit pisang bisa dijadikan cuka, manisan, atau campuran sambal buah. Caranya rendam kulit pisang yang sudah dicuci dalam air dingin, lalu rebus dan potong jadi potongan kecil dan campurkan ke dalam sambal buah untuk memperkaya rasa.

Atau, tambahkan kulit pisang di atas daging atau ikan panggang. Ini bakal melembutkan dan mencegah tekstur daging atau ikan panggang favorit anda menjadi kering.

Bila anda gemar berpetualang menu kuliner, anda bisa langsung memakannya. Sebab, kulit pisang kaya dengan antioksidan dan nutrisi. Rebus kulit pisang lebih kurang 10 menit lalu masukkan ke dalam mesin blender bersama buah lainnya. Nikmati sebagai asupan nutrisi yang lengkap.

Kulit pisang ternyata banyak manfaat. Ini karena yang awalnya dianggap sampah, kaya akan potassium, magnesium, dan serat. Selain itu, ada kandungan vitamin C dan B6. Jadi, jika anda membuangnya, anda akan kehilangan banyak manfaat, mulai untuk perawatan diri, obat rumahan, keperluan untuk berkebun, pangan alternatif, dan banyak lagi.

 

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]