× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

8 Perusahaan Global yang Produknya dari Bahan Daur Ulang (Bagian 1)

By Redaksi
Sepatu Rothy's. Foto: Istimewa

Ide bisnis bisa muncul dari mana saja. Bahkan dari masalah yang timbul di sekeliling. Akhir-akhir ini, perusahaan dengan produk dari bahan daur ulang banyak bermunculan. Mulai dari perusahaan lama hingga start up yang memproduksi barang sekaligus jadi solusi untuk lingkungan.

Produk-produk semisal peralatan mendaki gunung, mainan anak, mulai banyak yang bermaterialkan daur ulang. Bahkan tidak hanya bagian bahan pembuat melainkan keseluruhan bahan. Produk lainnya terbuat dari teko susu, botol minuman yang benar-benar 100% dari material plastik daur ulang yang aman. Ada beberapa perusahaan (yang dapat dibilang pelopor) dalam hal mengurangi sampah, mengurangi emisi, dan mencegah limbah plastik mencemari lautan.

Dilansir dari greenbusinessbureau.com, di bawah ini ada 8 perusahaan yang produknya berbahan mayoritas daur ulang atau mendukung keberlanjutan. Mereka adalah:

  • GREEN TOYS

Dulu kualitas mainan menjadi isu penting orang tua. Pada saat sekarang, tak hanya itu, para orang tua pun berharap mainan yang bisa mendidik, aman dan sekaligus ramah lingkungan.  Green Toys perusahaan mainan anak asal Amerika melakukan terobosan dengan produk yang 100 persen daur ulang. Mereka pada 2018 lalu sudah mendaur ulang 55 juta teko susu sejak memulai usaha di 2008.

Green Toys. Foto : Istimewa

Meskipun mainan mereka terbuat dari bahan daur ulang, Green Toys tetap memastikan keamanan produknya dengan standar lokal dan internasional. Selain itu penggunaan warna pun tak hanya aman bagi konsumen tapi juga lingkungan. Bahkan dalam proses pengiriman, tinta di bungkus mainan terbuat dari ekstraksi kedelai. Tinta ini empat kali lebih cepat terurai dibanding tinta dari minyak bumi. Green Toys bahkan dijadikan percontohan bagi produsen lain dalam menghasilkan barang daur ulang yang aman.

  • ALLBIRDS

Selain produsen alas kaki ternama, seperti Adidas, ada produsen lain yang produknya berasal seratus persen dari limbah. Nama mereknya, Allbirds. Sepatu kasual ini terbuat dari gabungan kain wool, kardus dan plastik bekas, serta minyak biji Castrol. Jangan khawatir, wool yang digunakan berasal dari perusahaan yang mengadopsi perkebunan berkelanjutan dan peternakan yang sangat memperhatikan kondisi ternaknya.

Sepatu Allbirds. Foto : Istimewa

Dengan menggunakan bahan daur ulang dalam proses produksinya, Allbirds diklaim menggunakan energi yang 60% lebih efisien.  Sehingga produknya cenderung bisa diterima di semua kalangan, termasuk penggiat lingkungan.

  • ROTHY’S

Selain Allbirds, ada merek lain yang juga berbahan daur ulang. Rothy’s memakai bahan daur ulang plastik untuk sepatu sehari-hari perempuan. Uniknya sepatu ini dari kejauhan terlihat berbahan rajutan, namun faktanya terbuat dari plastik yang dijalin. Dengan bahan ini, konsumen pun tak perlu khawatir melewati jalanan becek. Bahan plastik juga membuat sepatu lebih lentur saat digunakan. Walhasil pemakai pun lebih leluasa untuk berjalan. Meskipun terbuat dari bahan plastik daur ulang, namun kaki tetap bisa leluasa “bernapas”.

Sepatu Rothy’s. Foto: Istimewa
  • WEWOOD

Ketika konsumen membeli jam tangan WeWood, perusahaan akan menanam sebuah pohon. WeWood berupaya menanam pohon dari setiap pembelian produk karena jam tangan produksinya berbahan kayu. WeWood berkolaborasi dengan dengan Trees For The Future, badan nirlaba yang bergerak untuk mengembalikan hutan alami di bumi dan telah menanam lebih dari 600 ribu pohon.

Jam Tangan WeWood. Foto : Istimewa

Menanam pohon adalah salah satu cara terbaik untuk mereduksi karbon dioksida di atmosfir bumi. Sebuah pohon bisa menyerap 48 pounds atau setara 23 kilo karbon dioksida dalam setahun. Tak sekedar penanaman kembali, WeWood pun membuat seluruh lini jam tangan mereka dari bahan kayu daur ulang. Jam tangan mereka pun diklaim bebas bahan beracun yang biasa digunakan dalam produk kayu.

“Beberapa pihak menganggap (perubahan iklim) sepele. Aku tidak.” Kalimat tegas itu keluar dari mulut gadis remaja 16 tahun asal Swedia bernama Greta Thunberg. Greta adalah representasi dari sedikit remaja yang sangat peduli dengan lingkungan, terutama perubahan iklim. Suatu hari di musim panas lalu, Greta membolos dari sekolah. Greta tak sembarang membolos. Ia duduk manis di […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]