× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

8 Karakteristik Milenial Pendukung Sustainable Development Goals (SDGs) (Bagian 2)

By Redaksi
Generasi - PLOTTCREATIVE.CO.UK

Apakah anda tahu generasi berpopulasi terbesar jaman now? Kaum milenial, atau siapapun yang lahir antara tahun 1981 sampai 1996. Generasi inilah yang menempati jumlah paling besar sekarang ini dan punya sikap yang berbeda dengan generasi sebelumya. Para milenial cenderung lebih peduli pada isu Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Termasuk poin yang ada dalam isu dimaksud seperti persamaan (equality), perubahan iklim (cilamte change), Perdamaian (peace), keadilan (justice), kemiskinan (poverty), dan kemakmuran (prosperity). Generasi ini punya  preferensi dan selera yang mendukung keberlanjutan (sustainability) dan persamaan.

Inilah lanjutan artikel sebelumnya dari 8 karakteristik manusia milenial yang mendukung keberlanjutan.

5. Teredukasi dan Berpengetahuan luas. Milenial terdefinisikan sebagai generasi yang paling berpendidikan dan berpengetahuan luas dalam sejarah. Mereka punya akses terhadap pendidikan tinggi, dan mereka sangat termotivasi untuk belajar. Pertukaran pelajar juga berperan dalam meningkatkan edukasi generasi ini. Menurut riset dari Pew Research Center, sebanyak 63% kaum milenial berpendidikan sekolah tinggi. Sekitar 19% sudah meraih gelar sarjana, sementara 44% lainnya dalam proses menyelesaikan studi sekolah tinggi.  

Hal ini belum ditambah peran media sosial yang turut membantu meningkatkan ilmu dengan berbagi informasi. Sejak usia dini mereka sudah mengenal perangkat komputasi. Mahir menggunakannya untuk memperkaya pengetahuan mereka. Beberapa diantaranya bahkan mengambil kursus online untuk mengupgrade ilmu sehingga membantu mereka berpartisipasi dalam kemajuan perekonomian secara umum.

6. Peduli Kesehatan. Milenial lebih memilih makanan sehat dibanding menu fastfood. Delapan dari sepuluh kaum milenial percaya bahwa makanan sehat adalah kunci dari umur panjang dan kebugaran. Milenal mengembangkan teknologi untuk mengurangi resiko penyakit dan masalah kesehatan lain yang berkorelasi dengan masalah penuaan. Mereka lah pula yang mengembangkan program kecerdasan buatan untuk kesehatan sehingga mampu membantu atasi persoalan kesehatan tanpa kehadiran dokter di seluruh dunia. Karena kemampuannya mengakses informasi kesehatan secara online, generasi ini dinilai paling peduli soal kesehatan. Informasi kesehatan ini juga membantu mereka dalam memilih makanan sehat  seperti chia seeds, alpukat, cabai cayenne, dan lainnya.

Milenial adalah kelompok yang bisa menyeimbangkan porsi antara bekerja dan kehidupan. Mereka menginvestasikan kesehatan mereka dengan memiih gaya hidup yang sehat secara fisik dan mental.

7. Peduli Keuangan. Kaum milenial ternyata 20% lebih irit dalam pengeluaran dibanding orang tua mereka. Generasi ini lebih memilih menyewa tempat tinggal dibanding memilikinya yang mana ongkosnya lebih irit. Mereka juga lebih suka menyewa kendaraan daripada membelinya. Sebagai kompensasi dari perilaku hemat tersebut, mereka lebih fokus pada upaya menabung. Menurut survey dari Bank Amerika, 16% kaum milenila di usia 23 – 37 tahun sudah punya tabungan US$ 100.000 untuk masa pensiun nanti. Mereka peduli dengan menabung untuk masa depan.

Dalam berinvestasi mereka juga lebih memilih perusahaan yang menerapkan Social Responsible Investments (SRIs). Perusahaan-perusahaan ini dikenal memiliki istilah impact investing atau diistilahkan green investing. Milenial ingin agar investasi uangnya bisa membawa perubahan yang lebih baik bagi komunitasnya di masa depan. Pada 2017,  lembaga donor dan perusahaan Exchange Trade Funds yang menginvestasikan SRIs di bidang sosial, lingkungan, dan pemerintahan, tercatat peningkatan aset adalah 142% sejak 2012.

8. Peduli secara Spiritual. Semangat kesetaraan dan tujuan yang sama terkait mendukung bumi yang hijau adalah bagian dari spiritualitas milenial. Hal ini ditegaskan pula oleh Matthew Hedstrom, professor ilmu religi di Universitas Virginia, Amerika. Menurut Hedstrom kaum milenial lebih spiritual dibanding generasi sebelumnya.  

Mereka tidak terlalu terikat degan organisasi religius tapi secara identitas lebih religius. Para milenial lebih percaya pada hak asasi manusia dibanding kepercayaan mereka. Dalam relasinya dengan spiritualitas mereka percaya bahwa semua manusia itu setara. Generasi ini juga punya kepekaan lebih untuk menolong sesama terlepas dari perbedaan kelamin, ras, agama, atau pilihan politis.

Dari awalnya konsumen kapitalis mereka berubah lebih ke konsumen produk relijius. Milenial lebih menyukai hal-hal yang berbau spiritual seperti yoga, meditasi, ibadah, konser, percaya keberadaan surga, dan karma. Produk reliji dan apapun yang berhubungan dengan alam menjadi kepedulian mereka. Milenial adalah generasi yang peduli dengan masa depan planet mereka yang menjadikan usaha bisnis mereka lebih pro pada “sustainability”.

Generasi milenial merupakan generasi yang peduli terhadap apapun. Mereka ingin uang dan investasi mereka berdampak pada komunitas dan membantunya jadi lebih baik. Milenial sangat terbuka perihal ras dan etnis. Hal mana yang membuat mereka sangat mendukung kesetaraan dan hak asasi. Rasa sosial dan kesadaran spiritual membimbing mereka pada konservasi lingkungan untuk generasi mendatang. Teknologi adalah keseharian mereka dan memanfaatkannya untuk menyokong kehidupan yang lebih beragam dan terbuka. Mereka adalah kelompok yang menginginkan dunia lebih baik dengan mengimplementasikan tujuan pembangunan berkeanjutan (SDGs).

Sumber:
https://www.forbes.com/sites/margueritacheng/2019/06/19/8-characteristics-of-millennials-that-support-sustainable-development-goals-sdgs/#6135138e29b7

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]