× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

72% Orang Indonesia Tak Peduli Dengan Lingkungan

By Redaksi
Perusahaan penyumbang sampah plastik - validnews

Survei Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, indeks ketidakpedulian masyarakat terhadap persoalan sampah mencapai 0,72. Direktur Pengelolaan Sampah, Direktorat Jenderal Pengelolaan Limbah, Sampah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Novrizal Tahar menyatakan sikap tak peduli tersebut merupakan salah satu dari lima besar persoalan sampah. Karena alasan itulah, KLHK menganggap perlu untuk melakukan pendekatan dari perubahan perilaku masyarakat. Salah satunya dengan melakukan edukasi tentang pentingnya menjaga lingkungan sejak kecil.

“Angka tersebut menunjukkan 72% orang Indonesia tidak peduli dengan lingkungan, khususnya persoalan sampah. Persoalan ini harus diatasi dengan mengubah perilaku gaya hidup seseorang dari sejak kecil,” ungkap Novrizal usai mengisi acara Kampanye Kendalikan Sampah Plastik di Jakarta Convention Center (JCC), seperti dikutip ValidNews, Jumat (12/7).

Aneka kampanye telah mulai digelar KLHK, utamanya tertuju kepada anak-anak, termasuk anak usia dini.

“Tahun ini kita membuat lomba vlog dan lomba fotografi, selain membuat konten kampanye untuk anak kecil, anak-anak Paud dan anak kelas 3 SD ke bawah,” ujar Novrizal.

Dari pengamatan Novrizal, sejauh ini konten untuk anak-anak yang terkait dengan pengelolaan sampah masih relatif sedikit. Oleh karena itu, KLHK mencoba mendekati anak-anak dengan menyiapkan konten berupa film animasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Diharapkan kampanye tersebut minimal bisa mengubah gaya hidup masyarakat dengan mulai mengurangi penggunaan plastik. 

Novrizal menyadari penanganan sampah plastik harus dilakukan secara komprehensif, dari hulu hingga hilir dan bersinergi dengan berbagai pemangku kepentingan (stakeholder). DI wilayah hulu, dikatakannya KLHK tengah menyiapkan aturan agar produsen mempunyai tanggung jawab untuk mengurangi produksi plastik.

“Karena memang di Undang-undang, mereka yang bertanggung jawab,” ujarnya. Ia  mencontohkan industri air minum kemasan dan mi instan yang hingga ini masih menghasilkan banyak sampah dari kemasannya. KLHK mendorong industri ini bertanggung jawab untuk mendesain ulang kemasan sehingga lebih mudah didaur ulang.

Dari sisi masyarakat, KLHK juga terus mendorong masyarakat untuk mengubah perilaku dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya peduli terhadap sampah. Diawali dengan hal sederhana misalnya mengurangi sampah plastik dengan membawa kantong belanja dari rumah dan tidak menggunakan sedotan sekali pakai. Pembiasaan membawa botol minuman (tumbler) saat bepergian dan tidak menggunakan styrofoam juga perlu dilakukan. “Kalau semua orang bisa melakukan perubahan gaya hidup itu, dengan sendirinya persoalan sampah bisa lebih mudah diatasi,” tutupnya.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]